PANDUAN LENGKAP SETUP & KONFIGURASI
PERSIAPAN AWAL
Sebelum mulai, pastikan kamu sudah punya: (tanpa kedua ini kamu tidak bisa mengaktifkan tools Blockcircle)
-
Akun TradingView
-
Langganan Blockcircle yang aktif
Proses Integrasi Akun
1. Buat Akun TradingView
Perhatikan hal penting ini
• Username TradingView bersifat permanen
• Username case sensitive
• Harus sama persis huruf besar kecilnya
Contoh
Jika username kamu
Blockcircle_Trader123
Maka
blockcircle_trader123 ❌
Blockcircle_Trader123 ✅
Catat username ini baik baik.
2. Integrasi dengan Blockcircle
Masuk ke
blockcircle.com/account
Masukkan username TradingView kamu persis sama seperti di TradingView.
Contoh:
- “Blockcircle_Trader1234” tidak akan cocok dengan “blockcircle_trader1234”
Jika sudah benar
• Akses MMS akan otomatis aktif
• Indikator akan muncul di TradingView
Jika tidak muncul
90 persen kasus karena salah huruf besar kecil.
kalau semua sudah benar kamu akan dapat akses ke MMS (Multi-timeframe Momentum Scorecard)
3. Akses Tools di Tradingview
Setelah login ke TradingView, klik menu “Chart” di navigasi bagian atas. Grafik default akan muncul.
Untuk mengganti pasangan trading:
- Klik simbol di pojok kiri atas (biasanya menampilkan “AAPL” atau simbol default lainnya)
- Ketik pasangan yang diinginkan, misalnya BTCUSDT
- Pilih exchange yang sesuai (BINANCE, COINBASE, KRAKEN, dan lain-lain)
⚠️ Catatan penting:
Pilihan exchange berpengaruh karena harga dapat sedikit berbeda antar exchange, dan setiap pasangan trading memiliki order book yang berbeda.
4. Pemilihan Timeframe
Di atas chart, Anda akan melihat opsi timeframe seperti:
1m, 5m, 15m, 1h, 4h, D, W, M
Tergantung strategi trading yang kamu gunakan, kamu juga bisa membuat interval khusus dengan mengklik “Custom” di bagian bawah.
Pilihan timeframe akan mengubah karakter strategi trading secara signifikan:
- 1–15 menit: Day trading dan scalping
- 1–4 jam: Swing trading
- Harian/Mingguan: Position trading
- Bulanan: Analisis investasi jangka panjang
5. Menambahkan MMS ke Chart
Klik tombol “Indicators” (ikon ƒx) di bagian atas chart.
Pada jendela pencarian yang muncul:
- Masuk ke tab “Invite-Only”
- Jika akun kamu sudah diberi akses, kamu akan melihat
“Blockcircle MMS – Multi-timeframe Momentum Scorecard” - Klik satu kali untuk menambahkannya ke chart kamu
Blockcircle Multi-Timeframe Momentum Scorecard (MMS)
Blockcircle Multi Timeframe Momentum Scorecard (MMS) adalah tool buat baca momentum pasar dengan lebih rapi dan menyeluruh. MMS menggabungkan momentum yang sudah dihaluskan (T3 smoothing), cek keselarasan beberapa timeframe sekaligus, hitung probabilitas berbasis data historis, dan konfirmasi divergensi dari beberapa indikator.
MMS dibuat buat trader yang pengen keputusan lebih “berdasarkan data”, bukan cuma feeling atau hanya sekadar lihat indikator. MMS adalah alat untuk membaca momentum pasar secara utuh, bukan cuma satu timeframe.
kamu bisa gunakan MMS untuk lihat:
- Tren lagi kuat atau lemah
- Timeframe searah atau saling bertentangan
- Momentum masih sehat atau mulai capek
- Risiko lanjut atau potensi reversal
Baca MMS Pakai Sistem Lampu Lalu Lintas
🟢 Hijau = Kondisi pasar lagi mendukung / Bullish
🟡 Kuning = Netral / Sinyal campur, jadi sebaiknya lebih hati-hati dan jangan maksa entry.
🔴 Merah = Kondisi tidak mendukung. Momentum melemah atau berlawanan arah, cenderung bearish.
Dengan sistem ini, kamu bisa langsung tahu apakah kondisi pasar layak ditradingkan atau lebih baik nunggu dulu.
FITUR UTAMA
- CCI momentum + T3 smoothing (lebih minim noise, sinyal lebih responsif)
- Auto higher timeframes (HTF terhitung otomatis, tanpa setting manual)
- Adaptive extreme bands (zona ekstrem menyesuaikan volatilitas)
- Win rate tracking untuk zero line cross
- Multi indicator divergence confirmation
- Weighted multi timeframe confluence score
- Percentile rank analysis
- Average candles to reversal (rata rata durasi sampai reversal)
- Probability based bias (bullish bearish mixed)
- Summary score lengkap plus status kondisi
- Full alert system untuk semua sinyal penting
- Compact table mode untuk layar kecil
ALERT BAWAAN
- Zero Line Cross Up / Down
- Masuk Extreme Zone High / Low
- Confirmed Bullish / Bearish Divergence
- Strong Bullish / Bearish Confluence (lebih dari 80%)
- Strong Trend Signal (Summary Score 80 atau lebih)
SEPENUHNYA DAPAT DIATUR SESUAI STRATEGI KAMU
Semua bagian di indikator ini bisa kamu ubah sesuai kebutuhan, misalnya:
- Parameter momentum (CCI Period, T3 Period, Smoothing Factor)
- Volatility bands (lookback, multiplier, atau pakai ambang tetap)
- Lebar “zero zone” (area netral di sekitar zero line)
- Periode statistik (berapa panjang data yang dipakai buat hitung win rate dll)
- Pilihan indikator divergensi (pakai apa saja untuk konfirmasi)
- Higher timeframe mode (otomatis atau manual)
- Warna semua plot
- Posisi dan ukuran tabel
- Tombol on off untuk semua tampilan fitur
CARA MENGGUNAKAN MMS
MMS bisa kamu pakai sebagai alat bantu pengambilan keputusan, bukan sekadar indikator lihat-lihat chart. Secara praktis, MMS digunakan untuk:
- Mencari entry searah tren dengan probabilitas lebih tinggi
- Mendeteksi potensi reversal lewat divergensi yang sudah dikonfirmasi beberapa indikator
- Mengonfirmasi setup trading dengan melihat apakah timeframe saling sejalan atau saling bertabrakan
- Menentukan timing entry menggunakan statistik win rate dari zero-line cross
- Mengelola risiko lebih baik dengan memahami kapan pasar sudah masuk zona ekstrem
- Membangun sistem trading yang konsisten, berbasis data dan statistik, bukan feeling
MMS membantu kamu tahu kapan harus masuk, kapan harus sabar, dan kapan harus lebih defensif.
Panduan Cepat Membaca MMS:
Kalau kamu mau baca MMS dengan cepat tanpa ribet, pakai urutan ini:
- Cek Summary Score → Lihat gambaran besar kondisi momentum di semua timeframe. Ini langkah pertama sebelum mikir entry.
- Review MTF Confluence → Pastikan timeframe saling mendukung. Kalau masih saling bertabrakan, lebih baik tunggu
- Pantau Zero Line → Perhatikan saat terjadi cross, lalu lihat win rate-nya untuk menentukan timing yang masuk akal.
- Perhatikan Divergensi → Divergensi yang sudah terkonfirmasi sering jadi tanda awal momentum mulai melemah atau berbalik.
- Hormati Zona Ekstrem → Gunakan data Avg Bars to Reversal buat bantu timing exit dan menghindari entry telat.
Dengan alur ini, kamu bisa baca kondisi market dengan cepat dan tetap objektif.
Konfigurasi Berdasarkan Gaya Trading
Bagian ini akan membantu kamu menyesuaikan MMS dengan gaya trading, supaya sinyalnya relevan dan tidak terlalu berisik atau terlalu lambat.
| Gaya Trading | Pengaturan yang Direkomendasikan |
|---|---|
| Scalping (chart 1–5m) | Lookback statistik pendek (100), aktifkan semua HTF |
| Day Trading (15m–1H) | Pengaturan default sudah optimal |
| Swing Trading (4H–D) | Lookback statistik lebih panjang (300), fokus HTF 3–5 |
| Position Trading (D–W) | Lookback maksimum (500), nonaktifkan HTF rendah |
Memahami Dashboard
Dashboard MMS disusun ke dalam beberapa bagian logis, masing-masing memberikan intel spesifik tentang kondisi momentum.
Tata Letak Dashboard
┌─────────────────────────────────────────────┐
│ BLOCKCIRCLE MOMENTUM │
├─────────────────────────────────────────────┤
│ SUMMARY │ 72/100 │ BULLISH │ HEALTHY │ 🟢 │
├─────────────────────────────────────────────┤
│ MOMENTUM BERDASARKAN TIMEFRAME │
├─────────────────────────────────────────────┤
│ Saat Ini (15m) │ 45.2 │ ↑ │ BULLISH │ 🟢 │
│ HTF1 (30m) │ 38.7 │ ↑ │ BULLISH │ 🟢 │
│ HTF2 (1H) │ 52.1 │ ↓ │ BULLISH │ 🟢 │
│ HTF3 (2H) │ 28.4 │ ↑ │ BULLISH │ 🟢 │
├─────────────────────────────────────────────┤
│ STATISTIK │
├─────────────────────────────────────────────┤
│ Konfluensi MTF │ 67% │ BULLISH │ 🟢 │
│ Alignment TF │ 4↑/0↓│ SEARAH BULL│ 🟢 │
│ Peringkat Persen │ 72% │ NORMAL │ 🟢 │
├─────────────────────────────────────────────┤
│ ANALISIS ZERO LINE │
├─────────────────────────────────────────────┤
│ Win Rate Cross Up │ 62% │ ANDAL │ 🟢 │
│ Win Rate Cross Down │ 58% │ ANDAL │ 🟢 │
│ Reject dari Bawah │ 35% │ NORMAL │ 🟢 │
│ Reject dari Atas │ 42% │ NORMAL │ 🟢 │
├─────────────────────────────────────────────┤
│ ZONA EKSTREM │
├─────────────────────────────────────────────┤
│ Zona Saat Ini │ ZONA BULLISH │ 🟢 │
│ Rata-rata Bar (High)│ 12 │ ANDAL │ ⚪ │
│ Rata-rata Bar (Low) │ 14 │ ANDAL │ ⚪ │
│ Vol Band High │ 95 │ ⚪ │
│ Vol Band Low │ -92 │ ⚪ │
├─────────────────────────────────────────────┤
│ SINYAL DIVERGENSI │
├─────────────────────────────────────────────┤
│ Divergensi Bullish │ TIDAK ADA │ ⚪ │
│ Divergensi Bearish │ TIDAK ADA │ ⚪ │
├─────────────────────────────────────────────┤
│ PENILAIAN PROBABILITAS │
├─────────────────────────────────────────────┤
│ Probabilitas Bullish │ 68% │ UNGGUL │ 🟢 │
│ Probabilitas Bearish │ 32% │ 🟡 │
└─────────────────────────────────────────────┘
Definisi Kolom
| Kolom | Deskripsi |
|---|---|
| Metric | Nama metrik yang diukur |
| Value | Nilai numerik saat ini |
| Trend | Arah pergerakan (↑ naik, ↓ turun, → datar) |
| Status | Penilaian kategorikal atas pembacaan |
| Sig | Sinyal lampu lalu lintas untuk referensi cepat |
Konsep Inti
Apa itu Momentum?
Dalam konteks MMS, momentum mengukur laju perubahan harga dibandingkan dengan riwayat harga terdekatnya. Perhitungan ini dihaluskan menggunakan algoritma T3 untuk mengurangi noise tanpa mengorbankan responsivitas.
-
Momentum Positif (> 0): Harga cenderung naik; pembeli memegang kendali
-
Momentum Negatif (< 0): Harga cenderung turun; penjual mendominasi
-
Zero Line: Titik keseimbangan; persilangan sering menandakan potensi perubahan tren
Fondasi Momentum
MMS menggunakan Commodity Channel Index (CCI) yang dihaluskan dengan T3 sebagai perhitungan inti. Pendekatan ini memberi beberapa keunggulan penting:
-
Triple Exponential Smoothing: Mengurangi whipsaw dan sinyal palsu
-
Output Ternormalisasi: Nilai dapat dibandingkan lintas aset
-
Sifat Mean-Reverting: Pembacaan ekstrem cenderung kembali ke rata-rata
-
Kontrol Sensitivitas: Parameter B memungkinkan penyesuaian tingkat respons
Sistem Lampu Lalu Lintas
MMS menggunakan sistem lampu lalu lintas yang konsisten di seluruh indikator:
| Sinyal | Arti | Implikasi Tindakan |
|---|---|---|
| 🟢 | Mendukung / Bullish | Kondisi mendukung arah yang ditunjukkan |
| 🟡 | Netral / Waspada | Sinyal campuran; sebaiknya bersabar |
| 🔴 | Tidak Mendukung / Peringatan | Kondisi berlawanan atau mengisyaratkan potensi reversal |
| ⚪ | Informasional | Data tanpa bias arah |
Metodologi Perhitungan Momentum
Algoritma Momentum
Indikator ini menghitung momentum menggunakan algoritma smoothing tingkat lanjut:
Langkah 1: Hitung CCI standar
CCI = (Typical Price – SMA) / (0,015 × Mean Deviation)
T3 = c1×e6 + c2×e5 + c3×e4 + c4×e3
c1 = -B³
c2 = 3(B² + B³)
c3 = -3(2B² + B + B³)
c4 = 1 + 3B + 3B² + B³
| Parameter | Default | Jika Dinaikkan | Jika Diturunkan |
|---|---|---|---|
| CCI Period | 14 | Lebih halus, sinyal lebih lambat | Lebih cepat, lebih berisik |
| T3 Period | 5 | Smoothing lebih kuat | Smoothing lebih ringan |
| B (Smoothing Factor) | 0,618 | Lebih lag, lebih halus | Lebih responsif, lag berkurang |
Skala Interpretasi
| Nilai Momentum | Interpretasi |
|---|---|
| > +100 | Momentum bullish sangat kuat (berpotensi ekstrem) |
| +50 hingga +100 | Momentum bullish sehat |
| +15 hingga +50 | Momentum bullish moderat |
| -15 hingga +15 | Zona netral (tidak ada arah jelas) |
| -50 hingga -15 | Momentum bearish moderat |
| -100 hingga -50 | Momentum bearish sehat |
| < -100 | Momentum bearish sangat kuat (berpotensi ekstrem) |
Analisis Multi-Timeframe
Kekuatan Multi-Timeframe
Analisis dengan satu timeframe saja memiliki keterbatasan besar. Sinyal bullish di chart 15 menit tidak banyak berarti jika chart 4 jam dan harian menunjukkan momentum bearish yang kuat. MMS mengatasi hal ini dengan menganalisis hingga 6 timeframe sekaligus, sehingga konteks tren menjadi jauh lebih jelas.
Timeframe yang Dihitung Otomatis
Saat fitur ini diaktifkan (default), MMS akan secara otomatis memilih timeframe yang lebih tinggi berdasarkan chart yang sedang Anda gunakan.
| Chart Anda | HTF1 | HTF2 | HTF3 | HTF4 | HTF5 |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 menit | 5m | 15m | 1H | 4H | Daily |
| 5 menit | 15m | 30m | 1H | 4H | Daily |
| 15 menit | 30m | 1H | 2H | 4H | Daily |
| 30 menit | 1H | 2H | 4H | Daily | Weekly |
| 1 jam | 2H | 4H | Daily | 3D | Weekly |
| 4 jam | 8H | 12H | Daily | 3D | Weekly |
| Daily | 3D | Weekly | 2W | Monthly | 3M |
| Weekly | 2W | Monthly | 3M | 6M | 12M |
Skor Konfluensi Berbobot
Tidak semua timeframe memiliki bobot yang sama. Timeframe yang lebih tinggi diberi bobot lebih besar karena lebih mencerminkan arah tren utama.
| Timeframe | Bobot |
|---|---|
| Current | 1.0x |
| HTF1 | 1.5x |
| HTF2 | 2.0x |
| HTF3 | 2.5x |
| HTF4 | 3.0x |
| HTF5 | 3.5x |
Perhitungan Skor Konfluensi
Skor = (Σ Bias × Bobot) / (Σ Bobot) × 100
Di mana Bias bernilai:
-
+1 (bullish)
-
-1 (bearish)
-
0 (netral)
Cara Membaca Konfluensi
| Skor Konfluensi | Interpretasi |
|---|---|
| +80% hingga +100% | Keselarasan bullish sangat kuat – keyakinan tinggi |
| +50% hingga +79% | Bias bullish – mayoritas timeframe bullish |
| +20% hingga +49% | Cenderung bullish ringan – sinyal campuran |
| -19% hingga +19% | Netral / konflik – tidak ada arah jelas |
| -49% hingga -20% | Cenderung bearish ringan |
| -79% hingga -50% | Bias bearish – mayoritas timeframe bearish |
| -100% hingga -80% | Keselarasan bearish sangat kuat – keyakinan tinggi |
Tampilan TF Alignment
Baris TF Alignment menampilkan hitungan cepat:
-
4↑ / 1↓ → 4 timeframe bullish, 1 bearish
-
Status BULL ALIGNED jika timeframe bullish lebih banyak
-
Status BEAR ALIGNED jika timeframe bearish lebih banyak
-
Status MIXED jika jumlah seimbang atau hampir seimbang
Band yang Disesuaikan dengan Volatilitas
Masalah Level Tetap
Oscillator tradisional menggunakan level overbought/oversold tetap (misalnya RSI 70/30). Ini menimbulkan beberapa masalah:
-
Dalam tren kuat, harga bisa “overbought” dalam waktu lama
-
Dalam volatilitas rendah, harga mungkin tidak pernah mencapai level ekstrem
-
Level tetap mengabaikan karakter historis aset
Perhitungan Band Dinamis
MMS menggunakan zona ekstrem dinamis dengan rumus:
Upper Band = Mean + (Standar Deviasi × Multiplier)
Lower Band = Mean - (Standar Deviasi × Multiplier)
Di mana:
-
Mean = SMA momentum selama periode lookback
-
Standar Deviasi = ukuran volatilitas pada periode yang sama
-
Multiplier = dapat dikonfigurasi pengguna (default 2.0)
Keunggulan Band Dinamis
| Skenario | Band Tetap | Band Dinamis |
|---|---|---|
| Pasar volatilitas tinggi | Terlalu banyak sinyal ekstrem | Band melebar secara alami |
| Pasar volatilitas rendah | Tidak pernah menyentuh ekstrem | Band menyempit menangkap pergerakan |
| Pasar trending | Banyak sinyal palsu | Menyesuaikan dengan tren |
| Pasar mean-reverting | Cukup efektif | Dioptimalkan untuk kondisi saat ini |
Opsi Konfigurasi
| Pengaturan | Default | Deskripsi |
|---|---|---|
| Use Volatility Bands | True | Aktif/nonaktif perhitungan dinamis |
| Volatility Lookback | 100 | Jumlah bar untuk mean & deviasi |
| Band Multiplier | 2.0 | Jumlah standar deviasi (umum 1.5–3.0) |
| Fixed Extreme High | 100 | Digunakan jika band volatilitas mati |
| Fixed Extreme Low | -100 | Digunakan jika band volatilitas mati |
Analisis Zero-Line
Pentingnya Zero Line
Zero line adalah level paling penting pada indikator momentum apa pun. Level ini merepresentasikan titik keseimbangan, yaitu kondisi ketika tekanan beli dan jual berada pada posisi seimbang.
-
Zero Line Cross Up: Momentum berubah dari negatif ke positif (potensi bullish)
-
Zero Line Cross Down: Momentum berubah dari positif ke negatif (potensi bearish)
Pelacakan Win Rate
Salah satu fitur terkuat dari MMS adalah pelacakan win rate historis untuk setiap persilangan zero line.
Cara Kerjanya
-
Saat momentum menembus ke atas zero line, sistem mencatat kejadian tersebut
-
Setelah 10 candle, sistem mengecek apakah harga bergerak lebih tinggi (dihitung sebagai “win”)
-
Win rate dihitung dengan rumus:
Win ÷ Total Cross × 100
Interpretasi
| Win Rate | Interpretasi | Implikasi Trading |
|---|---|---|
| > 65% | Sangat andal | Sinyal kuat, bisa ambil posisi lebih agresif |
| 55–65% | Andal | Sinyal baik, ukuran posisi standar |
| 45–55% | Netral | Tidak memiliki keunggulan statistik |
| < 45% | Tidak andal | Pertimbangkan untuk dihindari atau difade |
Probabilitas Penolakan (Rejection)
Tidak semua pendekatan ke zero line berujung pada persilangan. Terkadang momentum mendekati zero lalu berbalik arah, ini disebut rejection.
-
Reject from Below: Momentum naik dari bawah tetapi gagal menembus zero
-
Reject from Above: Momentum turun dari atas tetapi gagal menembus zero
Probabilitas rejection yang tinggi (>60%) mengindikasikan:
-
Zero line berfungsi sebagai resistance/support kuat
-
Tren sebelumnya kemungkinan berlanjut
-
Lebih baik menunggu cross yang terkonfirmasi daripada mengantisipasi
Konfigurasi Zero Zone
Parameter Zero Zone Width (default ±15) mendefinisikan area netral di sekitar zero line:
-
Momentum di area ini dianggap netral
-
Membantu menyaring noise saat pasar tidak punya arah jelas
-
Dapat disesuaikan dengan volatilitas aset
Sistem Deteksi Divergensi
Apa Itu Divergensi?
Divergensi terjadi ketika pergerakan harga dan momentum tidak searah.
-
Bullish Divergence: Harga membuat lower low, momentum membuat higher low
→ Tekanan jual melemah, potensi reversal naik -
Bearish Divergence: Harga membuat higher high, momentum membuat lower high
→ Tekanan beli melemah, potensi reversal turun
Konfirmasi Multi-Indikator
MMS tidak mengandalkan divergensi momentum saja. Divergensi dapat dikonfirmasi menggunakan beberapa indikator:
| Indikator | Default | Fungsi |
|---|---|---|
| Momentum | Aktif | Laju perubahan harga |
| RSI | Aktif | Kekuatan relatif pergerakan |
| MACD | Aktif | Momentum tren |
| MFI | Nonaktif | Aliran dana berbasis volume |
| CMF | Nonaktif | Akumulasi / distribusi |
Syarat Konfirmasi
Minimal 2 indikator harus mengonfirmasi sebelum sinyal divergensi dianggap valid.
| Konfirmasi | Kekuatan Sinyal | Tampilan |
|---|---|---|
| 1 indikator | Lemah | “MOMENTUM ONLY” |
| 2 indikator | Sedang | “2 CONFIRMATIONS” |
| 3 indikator | Kuat | “3 CONFIRMATIONS” |
| 4 indikator | Sangat kuat | “4 CONFIRMATIONS” |
Saat divergensi terdeteksi:
-
Dashboard menampilkan jumlah konfirmasi
-
Chart menampilkan marker (jika diaktifkan)
-
Alert dapat dipicu (jika disetel)
Statistik dan Probabilitas
Percentile Rank
Percentile rank menunjukkan posisi momentum saat ini dibandingkan data historis.
Perhitungan:
Percentile = (Jumlah bar di mana momentum sekarang > historis) / Lookback × 100
Interpretasi
| Percentile | Makna |
|---|---|
| 90–100% | Momentum berada di 10% tertinggi (ekstrem tinggi) |
| 75–90% | Momentum di atas rata-rata |
| 25–75% | Zona normal |
| 10–25% | Momentum di bawah rata-rata |
| 0–10% | Momentum di 10% terendah (ekstrem rendah) |
Rata-Rata Candle Hingga Reversal
Saat momentum masuk zona ekstrem, berapa lama biasanya bertahan sebelum berbalik?
MMS melacak ini secara otomatis:
-
Mencatat saat momentum masuk zona ekstrem
-
Menghitung jumlah candle hingga keluar
-
Menghitung rata-rata berjalan
Penggunaan:
-
Jika rata-rata 12 bar dan sekarang sudah 15 bar → reversal mungkin dekat
-
Jika rata-rata 20 bar dan baru 5 bar → masih ada ruang berjalan
-
Status RELIABLE = ≥5 data, LOW DATA = sampel terbatas
Penilaian Probabilitas
MMS menghitung probabilitas bullish dan bearish berdasarkan banyak faktor.
Probabilitas Dasar: 50 / 50
| Faktor | Penyesuaian Bullish | Penyesuaian Bearish |
|---|---|---|
| Momentum bullish | +10% | −10% |
| Momentum bearish | −10% | +10% |
| Konfluensi MTF | +(konfluensi × 0,25) | −(konfluensi × 0,25) |
| Momentum menguat | +8% | — |
| Momentum melemah | — | +8% |
| Divergensi bullish | +15% | — |
| Divergensi bearish | — | +15% |
| Zona ekstrem tinggi | — | +15% |
| Zona ekstrem rendah | +15% | — |
Probabilitas akhir dibatasi antara 5% dan 95%.
Penjelasan Summary Score
Apa Itu Summary Score?
Summary Score (0–100) memberikan satu angka ringkasan yang mewakili kesehatan momentum dan kekuatan tren secara keseluruhan.
Komponen Skor
| Komponen | Bobot | Fungsi |
|---|---|---|
| Konfluensi | 0–30 | Keselarasan timeframe |
| Kekuatan Tren | 0–25 | Konsensus arah TF |
| Kesehatan Momentum | 0–25 | Menguat, stabil, melemah |
| Status Zona | 0–20 | Posisi dalam struktur tren |
Interpretasi
| Skor | Status | Arti |
|---|---|---|
| 80–100 | STRONG TREND | Setup kuat, konfirmasi tinggi |
| 60–79 | HEALTHY | Kondisi baik |
| 40–59 | NEUTRAL | Sinyal campuran |
| 20–39 | WEAK | Momentum lemah |
| 0–19 | CONFLICTED | Hindari / tunggu kejelasan |
Bias Arah:
-
BULLISH: Konfluensi > +30%
-
BEARISH: Konfluensi < −30%
-
MIXED: Di antara −30% hingga +30%
Aplikasi Trading
1. Trend Following
Masuk searah tren dominan dengan konfluensi tinggi.
2. Mean Reversion
Menangkap reversal dari zona ekstrem.
3. Breakout Confirmation
Mengonfirmasi breakout harga dengan momentum.
4. Multi-Timeframe Alignment Trading
Trading hanya saat mayoritas timeframe searah.
Praktik Terbaik
Yang Sebaiknya Dilakukan ✅
-
Selalu cek Summary Score terlebih dahulu – Ini memberi konteks pasar secara instan
-
Konfirmasi dengan timeframe yang lebih tinggi – Bias HTF sebaiknya mendukung arah trade Anda
-
Hormati zona ekstrem – Zona ini sering memberi peringatan kelelahan tren
-
Gunakan divergensi sebagai peringatan, bukan sinyal masuk – Divergensi saja tidak otomatis berarti reversal
-
Pantau win rate dari waktu ke waktu – Setiap aset bisa punya karakteristik berbeda
-
Kombinasikan dengan price action – Momentum mengonfirmasi, struktur harga menentukan level
-
Sesuaikan parameter per kelas aset – Crypto sering butuh pengaturan berbeda dibanding forex
Yang Sebaiknya Dihindari ❌
-
Jangan melawan konfluensi kuat – Melawan tren biasanya mahal
-
Jangan abaikan zona ekstrem – Entry terlambat punya risk/reward buruk
-
Jangan terlalu mengoptimasi parameter – Setting default sudah cukup untuk kebanyakan kasus
-
Jangan gunakan indikator ini sendirian – Selalu perhatikan struktur harga dan volume
-
Jangan mengejar setiap zero-line cross – Cek win rate dan konfluensi dulu
-
Jangan overtrade saat status CONFLICTED – Tunggu sampai kondisi lebih jelas
Panduan Berdasarkan Timeframe
| Chart Anda | Fokus Utama | Perlu Diwaspadai |
|---|---|---|
| 1–5 menit | Current TF + HTF1 | Banyak whipsaw; perlu stop ketat |
| 15–30 menit | Current + HTF1–2 | Noise intraday; hormati bias daily |
| 1–4 jam | HTF1–3 | Gap akhir pekan; rilis berita |
| Daily+ | HTF3–5 | Sinyal lambat; butuh kesabaran |
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Pertanyaan Umum
Q: Indikator ini bisa dipakai untuk aset apa saja?
A: MMS bisa digunakan untuk semua aset yang memiliki data harga: saham, forex, crypto, futures, indeks, dan lainnya. Perhitungan momentum sudah dinormalisasi sehingga bisa dibandingkan lintas aset.
Q: Timeframe mana yang paling optimal?
A: MMS bekerja di semua timeframe. Namun timeframe sangat rendah (1 menit ke bawah) cenderung lebih berisik. Bagi kebanyakan trader, 15 menit hingga Daily memberikan keseimbangan terbaik antara sinyal dan reliabilitas.
Q: Apa bedanya dengan RSI atau MACD?
A: MMS menggabungkan keunggulan RSI (overbought/oversold) dan MACD (pengukuran momentum tren), lalu menambahkan analisis multi-timeframe, statistik win rate, dan band adaptif volatilitas yang tidak tersedia secara bawaan di RSI atau MACD.
Pertanyaan Teknis
Q: Kenapa band volatilitas bisa melebar atau menyempit?
A: Band dihitung menggunakan standar deviasi pada periode lookback. Saat pasar lebih volatil, deviasi meningkat dan band melebar. Saat pasar tenang, band menyempit. Ini membuat zona ekstrem selalu relevan dengan kondisi pasar saat ini.
Q: Seberapa akurat win rate tracking?
A: Win rate mulai dihitung sejak indikator dipasang dan terus terakumulasi. Semakin banyak data historis, semakin andal statistiknya. Perhatikan status RELIABLE (minimal 5 data).
Q: Bisa pakai timeframe manual, bukan auto?
A: Bisa. Nonaktifkan Auto-Calculate Higher Timeframes, lalu atur HTF secara manual. Ini berguna jika Anda punya preferensi timeframe tertentu.
Q: Kenapa divergensi tidak muncul padahal terlihat di chart?
A: MMS membutuhkan minimal 2 indikator untuk konfirmasi. Jika hanya momentum yang divergen tapi RSI dan MACD tidak, sinyal tidak akan ditampilkan. Anda bisa mengaktifkan MFI atau CMF untuk tambahan konfirmasi.
Pertanyaan Trading
Q: Apakah harus langsung entry saat zero-line cross?
A: Tidak selalu. Cek win rate terlebih dahulu. Jika di bawah 50%, sinyal tidak punya keunggulan statistik. Pastikan juga HTF mendukung dan Anda tidak masuk di zona ekstrem.
Q: Apa arti status “CONFLICTED” di Summary?
A: Artinya timeframe saling bertentangan, kesehatan momentum buruk, atau tidak ada bias arah yang jelas. Biasanya lebih baik menunggu daripada memaksakan trade.
Q: Bagaimana menyikapi sinyal divergensi?
A: Anggap divergensi sebagai peringatan, bukan sinyal entry langsung. Saat divergensi muncul:
-
Perketat stop pada posisi searah
-
Hindari entry baru ke arah divergensi
-
Tunggu konfirmasi momentum sebelum masuk posisi berlawanan
Q: Indikator bullish tapi harga turun, kenapa?
A: Momentum mengukur laju perubahan, bukan arah absolut. Momentum bullish saat harga turun berarti penurunan mulai melambat. Ini bisa menjadi awal reversal atau hanya konsolidasi sebelum turun lagi. Selalu lihat timeframe yang lebih tinggi untuk konteks.






