PANDUAN LENGKAP SETUP & KONFIGURASI
GLOBAL LIQUIDITY SCORECARD
Sebelum mulai pastikan kamu sudah punya kedua ini:
- Akun TradingView (minimal Essential, disarankan Plus+)
- Langganan Blockcircle yang aktif
Cara Buat Akun Tradingview
- Kunjungi TradingView.com dan buat akun.
- Pilih username dengan hati-hati karena bersifat permanen dan case-sensitive.
- Catat username Anda secara persis, termasuk angka, garis bawah, dan huruf besar.
Contoh: jika mendaftar sebagai “Blockcircle_Trader1234”, format ini harus digunakan persis di semua tempat.
- Masuk ke blockcircle.com/account
- Masukkan username TradingView kamu persis seperti yang terdaftar.
- Sistem membaca huruf besar dan kecil, jadi:“Blockcircle_Trader1234” tidak sama dengan “blockcircle_trader1234”.
Kalau sudah benar dan disimpan, akses ke
Blockcircle GLS – Global Liquidity Scorecard akan otomatis aktif.
Buka Chart di Tradingview
Setelah login ke TradingView, klik menu Chart di bagian atas.
Untuk ganti aset atau pair trading:
• Klik simbol di pojok kiri atas (biasanya tertulis AAPL atau simbol default)
• Ketik pair yang kamu mau, misalnya BTCUSDT
• Pilih exchange yang sesuai seperti BINANCE, COINBASE, KRAKEN, dan lainnya
Catatan kecil:
Harga antar exchange bisa sedikit berbeda, jadi sebaiknya konsisten pakai exchange yang sama saat analisis.
Pemilihan Timeframe
Di atas chart tersedia opsi timeframe: 1m, 5m, 15m, 1h, 4h, D, W, M.
Menambahkan Blockcircle GLS ke Chart
Klik tombol “Indicators” (ikon ƒx) di bagian atas chart.
Masuk ke tab “Invite-Only”. Jika akun Anda sudah diberi akses, Anda akan melihat “Blockcircle GLS – Global Liquidity Scorecard”.
Klik satu kali untuk menambahkannya ke chart.
Apa itu Global Liquidity Scorecard
Blockcircle Global Liquidity Scorecard (GLS) adalah tool yang membantu kamu memantau salah satu faktor paling penting yang sering menggerakkan harga aset berisiko seperti kripto: likuiditas global.
Singkatnya, GLS membantu kamu melihat arus dana global lagi cenderung masuk (risk on) atau keluar (risk off). Dengan konteks ini, kamu bisa ambil keputusan lebih rapi berdasarkan kondisi makro yang nyata, bukan cuma mengandalkan pergerakan harga jangka pendek di chart.
Harga aset bergerak mengikuti jumlah uang yang beredar di sistem keuangan.
Kalau bank sentral nambah likuiditas, aset berisiko seperti kripto biasanya ikut terdorong naik.
Kalau likuiditas diketatkan atau ditarik, aset berisiko cenderung tertekan.
GLS hadir untuk menampilkan kondisi likuiditas ini secara real time, supaya kamu punya konteks makro yang jelas saat ambil keputusan, bukan cuma mengandalkan chart harga.
BAGIAN 1: METRIK LIKUIDITAS
GLS digunakan untuk memantau indikator likuiditas utama yang setiap hari jadi perhatian trader profesional dan institusi keuangan.
Global M2 (Led)
Apa Itu:
Global M2 itu gambaran total uang yang beredar di ekonomi besar dunia, lalu semuanya disetarakan ke dolar AS. Isinya termasuk uang tunai, uang di rekening giro, tabungan, instrumen pasar uang, dan aset “near money” lainnya. Label (Led) artinya metrik ini ditampilkan di chart dengan proyeksi ke depan.
Mengapa Penting:
Global M2 adalah ukuran paling luas untuk melihat berapa banyak uang yang tersedia di sistem keuangan. Kalau M2 naik, biasanya lebih banyak uang masuk dan “mengejar” aset, jadi harga cenderung ikut naik. Kalau M2 turun, biasanya mulai muncul tekanan ke harga aset.
Cara Menggunakannya:
- Perhatikan tren: Kalau M2 naik terus beberapa periode berturut turut, biasanya ini jadi kondisi yang mendukung aset berisiko.
- Bandingkan dengan harga aset: Kalau M2 naik lebih cepat daripada harga aset, asetnya bisa jadi masih relatif murah alias belum “ngejar” likuiditasnya
- Pantau laju perubahan: Kalau pertumbuhan M2 makin ngebut, ini cenderung bullish
Kalau mulai melambat, biasanya saatnya lebih hati hati
Kolom Penting:
- VALUE: Total Global M2 saat ini (triliunan USD)
- MA: Moving average untuk melihat tren yang lebih halus
- 1P% hingga 52P%: Perubahan persentase dalam 1, 3, 5, 10, 20, dan 52 periode
- 3P SIG: Sinyal visual berdasarkan arah perubahan 3 periode
Yang Perlu Diperhatikan:
- Latar hijau menandakan ekspansi
- Latar merah menandakan kontraksi
- 3P SIG memberi gambaran cepat tren jangka pendek
- Bandingkan periode pendek dan panjang untuk mendeteksi perubahan tren
Neraca Bank Sentral Global (Global CB Balance Sheet)
Apa Itu:
Neraca Bank Sentral adalah gabungan total aset yang dimiliki oleh bank sentral utama dunia seperti The Fed, ECB, BOJ, PBOC, BOE, BOC, RBA, dan RBI.
Sederhananya, ini menunjukkan seberapa besar bank sentral ikut campur lewat uang dan likuiditas.
Mengapa Penting:
Neraca bank sentral mencerminkan arah kebijakan moneter.
- Saat bank sentral melakukan QE (Quantitative Easing), neraca membesar dan likuiditas masuk ke sistem.
- Saat QT (Quantitative Tightening), neraca menyusut dan likuiditas ditarik keluar.
Perubahan ini punya dampak besar ke aset berisiko seperti saham dan kripto.
Cara Menggunakannya:
- Neraca naik → kebijakan longgar, lingkungan pasar lebih ramah risiko
- Neraca turun → kebijakan ketat, pasar cenderung lebih hati-hati
- Gerak serentak global penting → kalau banyak bank sentral ekspansi bareng, dampaknya ke pasar jadi jauh lebih kuat
Yang Perlu Diperhatikan:
- Ekspansi yang konsisten biasanya sangat bullish untuk aset berisiko
- Kontraksi yang makin cepat sering jadi sinyal mode defensif
- Selalu bandingkan kondisi global dengan skor kebijakan moneter per negara di bagian bawah GLS
Neraca The Fed AS (US Fed Balance Sheet)
Apa Itu:
US Fed Balance Sheet menunjukkan total aset yang dimiliki oleh Federal Reserve, seperti obligasi pemerintah AS dan MBS. Intinya, ini adalah ukuran seberapa besar The Fed “masuk campur” di sistem keuangan.
Mengapa Penting:
The Fed adalah bank sentral paling berpengaruh di dunia. Karena dolar AS dipakai secara global, setiap perubahan kebijakan The Fed hampir selalu berdampak ke pasar global, termasuk crypto, saham, dan obligasi.
Cara Menggunakannya:
- Indikator awal: The Fed sering jadi yang pertama bergerak sebelum bank sentral lain ikut menyesuaikan
- Dampak dolar: Neraca naik biasanya melemahkan USD, neraca turun cenderung menguatkan USD
- Selera risiko: Saat The Fed ekspansif, pasar biasanya lebih berani ambil risiko
Yang Perlu Diperhatikan:
- Perubahan yang tiba-tiba sering jadi sinyal awal pergerakan besar di pasar
- 52P% membantu melihat arah kebijakan The Fed dalam skala tahunan
-
Perbedaan arah dengan bank sentral lain bisa membuka peluang trading
Reverse Repo (RRP)
Apa Itu:
Reverse Repo (RRP) adalah fasilitas dari The Fed buat “nampung” uang nganggur semalam. Biasanya money market fund parkir dana di sini kalau mereka belum mau masuk ke aset lain.
Mengapa Penting:
Kalau RRP tinggi, artinya banyak uang lagi diam dan kepake buat parkir, bukan muter di market.
Kalau RRP turun, artinya duitnya keluar dari parkiran dan cenderung balik ke pasar, ini biasanya bantu aset berisiko.
Cara Menggunakannya:
- Ini indikator yang agak “kebalik” dari yang orang kira
- RRP tinggi = likuiditas nyangkut
- RRP turun = bullish
- RRP naik = netral sampai bearish
Yang Perlu Diperhatikan:
- Warna di dashboard kebalik: RRP turun biasanya dibuat hijau karena itu kabar baik buat market
- Penurunan RRP yang cepat sering barengan sama reli pasar
- Kalau RRP sudah dekat nol, berarti “cadangan likuiditas dari parkiran ini” hampir habis, jadi dorongan ekstra dari sisi RRP udah makin kecil
Treasury General Account (TGA)
Apa Itu:
Rekening kas pemerintah AS di The Fed.
Mengapa Penting:
Belanja pemerintah menginjeksikan likuiditas; penumpukan TGA menarik likuiditas keluar.
Cara Menggunakannya:
- TGA turun = bullish
- TGA naik = bearish
- Dinamika debt ceiling sering memengaruhi likuiditas
Yang Perlu Diperhatikan:
- Warna terbalik: TGA turun ditampilkan hijau
- Lonjakan TGA pasca debt ceiling bisa menjadi hambatan besar
- Pantau bersama RRP untuk gambaran likuiditas jangka pendek
LIKUIDITAS BERSIH (NET LIQUIDITY)
Apa Itu:
Metrik hasil perhitungan: Neraca The Fed dikurangi RRP dan TGA. Ini mencerminkan likuiditas efektif yang benar-benar tersedia.
Mengapa Penting:
Banyak trader profesional menganggap Net Liquidity sebagai indikator terpenting untuk arah pasar jangka pendek.
Cara Menggunakannya:
- Indikator utama: Net Liquidity naik = mendukung aset berisiko
- Bandingkan dengan harga aset untuk melihat korelasi
- Identifikasi rezim: Net Liquidity positif dan naik = rezim bullish
Yang Perlu Diperhatikan:
- Nilai absolut menunjukkan kondisi saat ini
- Perubahan persentase menunjukkan arah dan momentum
- Divergensi dengan harga aset biasanya diikuti penyesuaian harga
- 52P% memberi konteks tren tahunan
BAGIAN 2: HARGA PASAR
Bagian ini dipakai untuk melihat bagaimana aset-aset utama bergerak jika dikaitkan dengan kondisi likuiditas global.
Di sini kamu bisa memahami apakah perubahan likuiditas benar-benar diterjemahkan ke pergerakan market, atau justru ada jeda dan ketidaksinkronan.
Kapitalisasi Pasar Bitcoin
Apa Itu:
Total nilai pasar Bitcoin dalam dolar AS.
Mengapa Penting:
Bitcoin memiliki korelasi kuat dengan likuiditas global dari waktu ke waktu. Banyak pelaku pasar melihatnya sebagai barometer likuiditas karena sering bereaksi cepat terhadap perubahan kondisi moneter.
Cara Menggunakannya:
- Sensitivitas likuiditas: Bitcoin sering bergerak lebih dulu dibanding pasar tradisional saat likuiditas berubah
- Indikator selera risiko: Kinerja Bitcoin yang kuat biasanya menandakan sentimen risk-on
- Rasio BTC/M2: Menunjukkan ukuran Bitcoin relatif terhadap suplai uang
Yang Perlu Diperhatikan:
- Bandingkan perubahan persentase Bitcoin dengan perubahan Net Liquidity
- Divergensi antara Bitcoin dan likuiditas sering memberi sinyal potensi pembalikan
- Rasio terhadap M2 memberi konteks apakah Bitcoin sudah terlalu mahal atau masih tertinggal
Total Pasar Kripto
Apa Itu:
Gabungan kapitalisasi pasar dari seluruh aset kripto.
Mengapa Penting:
Memberi gambaran kesehatan pasar kripto secara menyeluruh, tidak hanya Bitcoin.
Cara Menggunakannya:
- Bandingkan dengan Bitcoin untuk menilai kekuatan altcoin
- Rasio Total/M2 menunjukkan ukuran pasar kripto relatif terhadap suplai uang global
- Total pasar kuat sementara Bitcoin lemah sering menandakan altcoin season
Kapitalisasi Pasar S&P 500
Apa Itu:
Ini menunjukkan total nilai gabungan semua perusahaan yang ada di indeks S&P 500. Angka ini dipakai untuk melihat kesehatan pasar saham AS secara keseluruhan, dan bagaimana pasar ekuitas merespons perubahan likuiditas global.
Mengapa Penting:
S&P 500 adalah tolok ukur utama pasar saham AS dan cerminan selera risiko global.
Cara Menggunakannya:
- Tradisional vs kripto: Bandingkan kinerja S&P dengan kripto untuk melihat rotasi aset
- Rasio S&P/M2: Menunjukkan valuasi saham relatif terhadap suplai uang
- Sinyal divergensi: Ketika S&P menyimpang dari likuiditas, peluang sering muncul
BAGIAN 3: SCORECARD KEBIJAKAN MONETER
Bagian ini menyajikan ringkasan kebijakan moneter per negara, sehingga kamu bisa melihat ekonomi mana yang sedang melonggarkan, mengetatkan, atau berada pada posisi netral.
Memahami Skor Kebijakan (0–100)
Setiap negara diberi skor kebijakan dari 0 hingga 100, berdasarkan perubahan terbaru pada neraca bank sentral dan suplai uang M2.
Rentang Skor:
- 67–100 (EASING):
Bank sentral aktif memperluas likuiditas. Biasanya bullish untuk aset domestik dan sering berdampak positif secara global. - 34–66 (NEUTRAL):
Kebijakan relatif seimbang. Tidak ada bias arah yang kuat. - 0–33 (TIGHTENING):
Bank sentral sedang menarik likuiditas. Biasanya bearish untuk aset domestik dan bisa menekan pasar global.
Analisis per Negara
Amerika Serikat
AS adalah pusat sistem keuangan global. Arah kebijakan dari The Fed sering jadi penentu utama apakah pasar lagi risk on atau risk off.
Jepang
Bank of Japan terkenal sangat longgar. Perubahan kecil saja dari Jepang bisa berdampak besar ke pasar global, terutama karena peran yen dalam strategi carry trade.
Uni Eropa
ECB mengatur kebijakan untuk zona euro. Keputusan dari Eropa sangat memengaruhi pasar obligasi global dan arus modal lintas negara.
China
People’s Bank of China punya pendekatan yang berbeda dari bank sentral Barat. Meski begitu, arah kebijakan China sangat berpengaruh ke pasar emerging market dan komoditas.
Inggris
Kebijakan Bank of England berdampak langsung ke aset Inggris dan sering dipakai sebagai cerminan kondisi pasar negara maju.
Kanada
Bank of Canada biasanya bergerak searah dengan AS dan punya kaitan kuat dengan pasar komoditas, terutama energi.
Australia
Kebijakan Reserve Bank of Australia berpengaruh ke selera risiko di kawasan Asia Pasifik dan mata uang berbasis komoditas.
Rusia
Disertakan sebagai pelengkap. Analisis Rusia lebih banyak mengandalkan data M2 karena data neraca bank sentralnya terbatas.
Definisi Kolom
- M2 1P% / M2 3P%: Perubahan suplai uang M2 dalam 1 dan 3 periode
- CBBS 1P% / CBBS 3P%: Perubahan neraca bank sentral dalam 1 dan 3 periode
- 3P BASIS: Menunjukkan perhitungan berbasis perubahan 3 periode
- 3P SIG: Sinyal visual yang menunjukkan arah kebijakan
Hal yang Perlu Diperhatikan
- Koordinasi Global
Kalau mayoritas negara menampilkan sinyal hijau, itu biasanya tanda bahwa likuiditas global sedang mendukung aset berisiko seperti saham dan kripto. - Peluang dari Divergensi
Saat negara-negara besar mulai bergerak ke arah kebijakan yang berbeda, sering muncul peluang di pasar mata uang dan strategi relative trade. Perbedaan arah ini bisa jadi sinyal lebih awal sebelum pasar menyesuaikan. - Indikator Pemimpin
Beberapa bank sentral cenderung bergerak lebih dulu dibanding yang lain. Perubahan dari mereka sering menular dan diikuti oleh negara lain setelahnya. - Agregat Global
Bagian ini memberi ringkasan sikap kebijakan moneter dunia secara keseluruhan, jadi kamu bisa cepat melihat apakah kondisi global lagi longgar, ketat, atau sedang bertransisi.
SECTION 4: LIQUIDITY RATIOS
Rasio-rasio ini dipakai untuk melihat hubungan antara jumlah uang beredar, arah kebijakan moneter, dan valuasi aset, sehingga kamu nggak cuma lihat angkanya, tapi juga paham dampaknya ke market.
Liquidity Velocity
Apa Itu:
Ukuran seberapa cepat uang beredar dibandingkan dengan Net Liquidity. Velocity yang lebih tinggi berarti uang aktif bergerak di dalam sistem keuangan.
Cara Menginterpretasikan:
- > 10: Velocity tinggi
Uang bergerak sangat cepat, berpotensi menandakan overheating pasar. - 5–10: Velocity normal
Kondisi relatif seimbang dan sehat. - < 5: Velocity rendah
Uang cenderung stagnan, sering kali menciptakan ruang untuk ekspansi di masa depan.
Hal yang Perlu Diperhatikan:
- Velocity yang sangat tinggi sering muncul sebelum koreksi pasar.
- Velocity yang sangat rendah sering mendahului reli kuat ketika perputaran uang mulai meningkat kembali.
Net Liquidity vs 52 Minggu
Apa Itu:
Persentase perubahan Net Liquidity dibandingkan dengan 52 minggu sebelumnya, memberikan perspektif tahunan (year-over-year).
Cara Menginterpretasikan:
- Positif: Kondisi likuiditas lebih baik dibandingkan satu tahun lalu.
- Negatif: Kondisi likuiditas lebih buruk dibandingkan satu tahun lalu.
Hal yang Perlu Diperhatikan:
- Sangat penting untuk analisis siklus jangka menengah hingga panjang.
- Angka YoY yang positif umumnya mendukung aset berisiko.
- Perubahan tren pada metrik ini sering menandakan pergantian rezim pasar yang besar.
INPUT TAB
Bagian Input Tab memungkinkan kamu menyesuaikan tampilan dan cakupan data pada scorecard.
Pengaturan Utama:
- Table Settings: Mengatur tampilan tabel (aktif/nonaktif, posisi, ukuran teks).
- Global Money Supply: Mengontrol tampilan dan perhitungan metrik Global M2.
- Global Central Bank Balance Sheet: Mengontrol data agregat neraca bank sentral global.
Gunakan pengaturan ini untuk menyesuaikan GLS dengan gaya analisis kamu, baik untuk pandangan makro jangka panjang maupun pemantauan likuiditas jangka pendek.
Proyeksi M2 ke Depan dan Rata-Rata Bergerak
Peringatan Kustom untuk Pemicu Peristiwa
MENGGUNAKAN SINYAL VISUAL
GLS menggunakan bahasa visual yang konsisten di seluruh tampilan:
Warna Latar pada Kolom Persentase:
- Hijau Terang: Ekspansi kuat (lebih dari 5%)
- Hijau Sedang: Ekspansi moderat (2–5%)
- Hijau Muda: Ekspansi ringan (0–2%)
- Merah Muda: Kontraksi ringan (0 hingga -2%)
- Merah Sedang: Kontraksi moderat (-2 hingga -5%)
- Merah Terang: Kontraksi kuat (lebih dari -5%)
Kolom Sinyal 3P:
- Lingkaran Hijau: Perubahan positif 3-periode (ekspansi)
- Lingkaran Oranye: Netral (perubahan kecil)
- Lingkaran Merah: Perubahan negatif 3-periode (kontraksi)
PANDUAN PENERAPAN PRAKTIS
Identifikasi Rezim Bullish
sebaiknya kamu memiliki keyakinan lebih tinggi untuk posisi bullish ketika:
- Net Liquidity positif dan meningkat
- Global M2 mengalami ekspansi
- Banyak bank sentral berada dalam fase pelonggaran (skor di atas 67)
- RRP dan TGA menurun
- Sinyal 3P didominasi warna hijau
Identifikasi Rezim Bearish
Anda sebaiknya lebih defensif atau mempertimbangkan posisi short ketika:
- Net Liquidity negatif atau menurun
- Global M2 mengalami kontraksi
- Banyak bank sentral melakukan pengetatan (skor di bawah 34)
- RRP dan TGA meningkat
- Sinyal 3P didominasi warna merah
Rezim Transisi / Netral
Gunakan kehati-hatian dan kurangi ukuran posisi ketika:
- Sinyal antar metrik saling bercampur
- Skor bank sentral berkisar di sekitar 50
- Perubahan jangka pendek dan jangka panjang saling bertentangan
- Terjadi perbedaan besar antar negara
PERTIMBANGAN TIMEFRAME
GLS dirancang terutama untuk analisis mingguan, namun menyesuaikan dengan timeframe chart Anda:
- Mingguan (Direkomendasikan): Terbaik untuk mengidentifikasi rezim likuiditas jangka menengah
- Harian: Lebih berisik, namun berguna untuk timing taktis
- Bulanan: Gambaran besar, cocok untuk alokasi strategis
Kolom perubahan persentase (1P, 3P, 5P, dan seterusnya) merepresentasikan:
- MINGGU pada chart mingguan
- HARI pada chart harian
- BULAN pada chart bulanan
PRAKTIK TERBAIK
- Periksa GLS setidaknya seminggu sekali untuk tetap memahami kondisi likuiditas
- Fokuskan perhatian pada Net Liquidity sebagai indikator arah utama
- Gunakan Monetary Policy Scorecard untuk memahami sumber perubahan likuiditas
- Perhatikan divergensi antara likuiditas dan harga aset
- Hormati perubahan rezim — ketika sinyal berbalik, sesuaikan posisi Anda
- Kombinasikan dengan analisis teknikal — GLS memberi tahu APA kondisi likuiditasnya, analisis teknikal memberi tahu KAPAN harus bertindak













