Reading

Panduan Pengguna Blockcircle Alpha Hunter Suite (AHS)

Panduan Pengguna Blockcircle Alpha Hunter Suite (AHS)

1. Kenalan sama Alpha Hunter Suite

Apa itu Alpha Hunter Suite (AHS)?

Pasar kripto itu bising banget.

Setiap hari ada promosi berbayar, influencer yang shilling, dan narasi yang sengaja “dibikin” supaya orang ikut arus. Akhirnya, makin susah bedain mana sinyal yang benar benar kuat dan mana yang cuma gangguan. Cari peluang yang benar benar nyata jadi makin menantang. Nah, Alpha Hunter Suite (AHS) dibuat khusus buat ngatasin masalah ini.

  • Alpha Hunter Suite adalah platform intelijen eksklusif dari Blockcircle yang memantau 3 jenis “kejadian alpha” secara real time:
  • Token yang baru diumumin akan listing di centralized exchange (CEX)
  • Token yang sudah resmi mulai diperdagangkan di CEX
  • Token baru yang masih sangat awal, tapi sudah mulai dikumpulin sama whale yang berkualitas

Di balik layar, sistem ini nge scan data dari lebih dari 20 jaringan blockchain, narik data dari API bursa terpusat dan terdesentralisasi, ngumpulin info dari ratusan sumber, dan memantau aktivitas wallet institusional 24 jam nonstop.

Alpha Hunter Suite terdiri dari tiga modul utama, masing masing fokus di tahap berbeda dalam siklus hidup sebuah token:

  • Alpha Hunter Token Announcements
    Melacak token yang sudah diumumkan akan listing di centralized exchange, tapi tradingnya belum dibuka. Ini fase sebelum pasar benar benar mulai bergerak, saat informasi baru saja keluar.
  • Alpha Hunter Token Listings
    Memantau token yang resmi mulai diperdagangkan di centralized exchange secara real time. Begitu trading dibuka, sistem langsung menangkap momen price discovery awal.
  • Alpha Hunter Token Launches
    Fokus ke token yang masih sangat awal, bahkan sebelum listing di exchange besar. Modul ini menyaring proyek baru dan mendeteksi apakah sudah ada akumulasi dari smart money atau wallet berkualitas.

 

Mengapa Suite Alat Ini Dibuat

Skalanya memang gila. Setiap hari ada lebih dari 100.000 token baru yang muncul di berbagai blockchain. Dan kenyataannya, lebih dari 99% di antaranya adalah scam, proyek mati, atau sekadar noise yang tidak akan pernah berkembang. Menyaring semuanya secara manual hampir tidak mungkin. Tidak ada trader yang bisa mengecek token sebanyak itu dengan konsisten dan objektif.

Di sinilah Alpha Hunter Suite bekerja. AHS melakukan proses penyaringan otomatis sebelum sebuah token sampai ke kamu. Sistem ini:

  • Melacak wallet whale dengan track record yang terbukti
  • Memeriksa keamanan kontrak
  • Mengecek apakah likuiditas dikunci
  • Menganalisis distribusi holder

Jadi ketika sebuah alert muncul, token tersebut sudah melewati beberapa lapisan filter terlebih dulu.

Tentu saja, tidak ada sistem yang menjamin profit. Pasar kripto tetap berisiko. Tapi dengan proses ini, kamu tidak lagi menganalisis 100.000 token acak. Kamu hanya fokus pada daftar yang sudah dipersempit dan disaring secara sistematis.

 

Peringatan Risiko Penting

Perlu dipahami dengan jelas: Modul 3 (Token Launches) termasuk kategori risiko sangat tinggi. Walaupun sistem sudah menyaring hingga 99,997% peluncuran baru, sebagian besar token tahap awal tetap akan gagal. Ini memang sifat alami pasar kripto di fase sangat dini.

Fitur ini hanya cocok untuk bagian kecil dari portofolio yang memang kamu siapkan untuk spekulasi berisiko tinggi. Jangan pernah menggunakan dana yang tidak siap kamu kehilangan sepenuhnya.

Whale yang terdeteksi sistem biasanya punya modal besar dan sanggup menahan volatilitas ekstrem. Trader kecil tidak punya fleksibilitas yang sama. Karena itu, ukuran posisi dan manajemen risiko adalah kunci utama. Disiplin jauh lebih penting daripada sekadar menemukan peluang.

 

2. Prasyarat & Pengaturan Akun

Sebelum menggunakan Alpha Hunter Suite, pastikan semua persyaratan berikut telah dipenuhi.

Akun yang Dibutuhkan

  • Langganan Blockcircle aktif
    https://blockcircle.com/pricing
  • Akun Telegram dengan username yang sudah dikonfirmasi
  • Wallet trading di jaringan yang relevan (Solana, Ethereum, Base, BSC, tergantung fokus trading)

 

Konfigurasi Akun Blockcircle

Penting: Username Telegram harus dimasukkan persis sama seperti yang tertera di Telegram. Sistem autentikasi sensitif terhadap huruf besar dan kecil.
Contoh:
Jika username Telegram Anda adalah Trader_2025, lalu Anda memasukkan trader_2025 di profil Blockcircle, maka autentikasi akan gagal. Ini adalah kesalahan paling umum yang sering terjadi.

Langkah-langkah pengaturan:

  1. Buka https://blockcircle.com/account/
  2. Login menggunakan kredensial yang dikirim melalui email setelah berlangganan
  3. Temukan kolom Telegram Username
  4. Masukkan username Telegram tanpa simbol @
  5. Simpan pengaturan profil
  6. Tunggu sekitar 5 menit hingga sistem tersinkronisasi

 

Pengaturan Bot Telegram Alpha Hunter

Setelah konfigurasi akun selesai:

  1. Buka Telegram dan cari @blockcircle_alpha_hunter_V1_bot
  2. Atau langsung buka:
    https://t.me/blockcircle_alpha_hunter_V1_bot
  3. Klik Start untuk mengaktifkan bot
  4. Bot akan memverifikasi username Telegram dengan akun Blockcircle Anda
  5. Pesan konfirmasi akan muncul jika autentikasi berhasil

 

Video Tutorial

Untuk panduan visual langkah demi langkah, silakan tonton video berikut:

https://www.youtube.com/watch?v=ly4QllUXSI0

 

3. Modul 1: Alpha Hunter Token yang Akan Dilisting di CEX (Pengumuman)

Apa yang Dilakukan Modul Ini

Modul Token Announcements memantau bursa besar secara terus-menerus untuk menangkap setiap pengumuman listing baru. Jadi saat Coinbase mengumumkan token baru, Binance merilis jadwal listing, atau Kraken menambahkan pasangan trading baru, sistem langsung mendeteksinya dan mengirim alert secara real-time.

Yang perlu dipahami, ada perbedaan antara “diumumkan akan listing” dan “sudah resmi mulai trading.” Biasanya ada jeda waktu di antara keduanya. Nah, jeda inilah yang sering menjadi momen penting, karena pasar mulai bereaksi bahkan sebelum perdagangan resmi dibuka.

Mengapa Pengumuman Listing di CEX Menggerakkan Pasar

Analisis kami menunjukkan bahwa pengumuman listing di bursa terpusat (CEX) sering kali memicu pergerakan harga yang signifikan. Dampak ini berasal dari empat faktor utama: peningkatan awareness, kemudahan akses, masuknya likuiditas, dan sinyal validasi.

Faktor 1: Lonjakan Awareness Secara Masif

Ketika Coinbase atau Binance mengumumkan sebuah listing, jutaan pengguna langsung mengetahui proyek tersebut. Coinbase memiliki lebih dari 100 juta pengguna terdaftar. Binance bahkan lebih besar. Sebagian besar dari mereka tidak pernah menggunakan DEX. Mereka tidak memantau DEXScreener atau mencari token baru secara aktif.

Namun, ketika sebuah token muncul di aplikasi exchange yang mereka gunakan, awareness tercipta secara instan. Awareness ini saja sudah cukup untuk menciptakan tekanan beli dari pelaku pasar yang sebelumnya tidak pernah mengenal proyek tersebut.

Faktor 2: Aksesibilitas yang Meningkat Drastis

Bagi banyak orang, DEX terasa rumit dan menakutkan. Mengatur wallet, melakukan bridge, mengelola approval, dan menghadapi slippage menciptakan hambatan besar. Bursa terpusat menghilangkan semua friksi ini.

Saat sebuah token listing di CEX besar, siapa pun dengan akun terverifikasi bisa membelinya hanya dengan beberapa klik. Ini secara efektif membuka akses ke jutaan calon pembeli baru yang sebelumnya tidak memiliki jalan masuk ke token tersebut.

Faktor 3: Market Making Profesional dan Kedalaman Order Book

Faktor ini sering diabaikan. Ketika token listing di exchange besar, market maker profesional mulai menyediakan likuiditas. Mereka bukan trader ritel, melainkan institusi dengan sistem trading algoritmik dan modal besar.

Likuiditas institusional ini memungkinkan:

  • Eksekusi order besar tanpa slippage ekstrem

  • Sinyal ke pemain institusional lain bahwa token ini kini bisa diperdagangkan dalam skala besar

Hedge fund dan desk trading yang tidak pernah menyentuh token DEX-only kini memiliki venue yang layak untuk masuk.

Faktor 4: Sinyal Validasi

Exchange besar, terutama Tier 1 seperti Coinbase dan Kraken, memiliki proses review dan kepatuhan yang ketat. Saat mereka mengumumkan listing, pasar menafsirkannya sebagai tanda bahwa proyek telah melewati level due diligence tertentu.

Ini bukan jaminan kualitas, tetapi cukup untuk bertindak sebagai cap kredibilitas bagi banyak investor. Bagi sebagian pelaku pasar, listing di exchange besar adalah filter kualitas utama sebelum berinvestasi.

Jendela Waktu antara Pengumuman dan Listing

Jarak waktu antara pengumuman dan listing aktual berbeda-beda. Kadang hanya beberapa jam, kadang satu hingga dua hari. Selama periode ini, token biasanya masih hanya bisa diperdagangkan di DEX atau exchange kecil, sementara modal yang terinformasi mulai melakukan positioning lebih awal.

Hasil backtest kami menunjukkan bahwa token yang diumumkan akan listing di Tier 1 exchange saat kondisi pasar bullish (ditunjukkan oleh Altcoin Market Scorecard yang positif) sering mengalami kenaikan 15% hingga 40% antara pengumuman dan listing.

Strateginya sederhana:

  • Terima alert pengumuman

  • Lakukan verifikasi cepat

  • Masuk posisi di venue yang tersedia likuiditas

  • Evaluasi timing exit saat listing mendekat atau mulai live

Klasifikasi Tier Exchange

Tidak semua listing memiliki dampak yang sama. Exchange diklasifikasikan berdasarkan basis pengguna, kedalaman likuiditas, dan dampak pasar.

Exchange Why It Matters
Coinbase Kehadiran yang kuat di pasar AS dan Eropa. Dikenal dengan standar listing yang konservatif. Memiliki basis pengguna yang berfokus pada kepatuhan.
Binance Volume perdagangan global terbesar. Listing di Binance memberikan akses ke audiens global terluas. Likuiditas terdalam dan dampak volume paling kuat dibandingkan bursa lainnya..
Kraken Kehadiran yang kuat di pasar AS, Kanada, dan Eropa. Dikenal dengan standar listing yang konservatif. Basis pengguna yang berfokus pada kepatuhan.
OKX / Bybit Bursa derivatif besar dengan basis pengguna Asia yang luas. Listing futures di platform ini dapat mendorong volume perdagangan yang signifikan.

 

Strategi Trading

Strategi Long (Pasar Bullish)

Saat AMS menunjukkan kondisi bullish dan terjadi pengumuman listing Tier 1, pertimbangkan untuk membuka posisi long sebelum listing live. Kombinasi awareness, aksesibilitas, dan likuiditas biasanya menciptakan tekanan beli.

Masuk posisi di DEX atau CEX kecil yang sudah memiliki likuiditas, tetapkan target profit, dan kelola exit di sekitar momen listing.

Strategi Short (Delisting)

Pengumuman delisting menciptakan dinamika kebalikan. Likuiditas keluar, akses menyempit, dan sinyal validasi berbalik negatif. Delisting dari exchange besar sering memicu penurunan harga 20% hingga 50%.

Bagi trader yang memiliki akses short, ini sering menjadi setup probabilitas tinggi.

Filter Kondisi Pasar

Poin ini sangat penting: strategi pengumuman bekerja jauh lebih baik di pasar bullish. Saat pasar kripto secara keseluruhan sedang turun, bahkan katalis positif sering kehilangan dampaknya.

Selalu periksa Altcoin Market Scorecard sebelum menentukan ukuran posisi. Listing di bull market adalah permainan momentum. Di bear market, bahkan listing Tier 1 sering kali gagal menghasilkan follow-through.

4. Modul 2: Alpha Hunter Token yang Telah Dilisting di CEX

Apa yang Dilakukan Modul Ini

Jika Modul 1 menangkap pengumuman sebelum listing aktif, Modul 2 memantau listing yang benar-benar terjadi secara real-time di semua bursa terpusat. Pola yang dianalisis di sini berbeda. Fokus modul ini adalah dinamika token berkapitalisasi kecil yang listing di exchange yang lebih kecil.

Pola Small Cap + Tier 3 CEX

Data kami menunjukkan pola yang konsisten: ketika token small cap (umumnya dengan market cap di bawah $50 juta) dilisting di exchange Tier 3 atau yang lebih kecil, sering kali terjadi lonjakan harga yang cepat dalam hitungan detik, menit, hingga jam setelah listing. Sekilas ini mungkin terasa tidak intuitif. Mengapa listing di exchange kecil justru bisa menghasilkan pergerakan yang lebih besar dibandingkan exchange besar? Jawabannya ada pada mekanismenya.

Mengapa Listing di Exchange Kecil Memicu Pergerakan Besar

Pertama, exchange kecil biasanya melisting token lebih awal dalam siklus hidupnya. Sebuah token bisa masuk Gate.io atau MEXC berbulan-bulan sebelum Coinbase atau Binance mempertimbangkannya. Exchange kecil memiliki persyaratan listing yang lebih longgar dan bergerak lebih cepat. Artinya, akses datang lebih awal pada fase pertumbuhan proyek.

Kedua, pada token small cap, masuknya permintaan yang relatif kecil saja sudah berdampak besar pada harga. Bayangkan token dengan volume harian $500 ribu. Jika listing baru membawa tambahan tekanan beli sebesar $200 ribu, itu berarti kenaikan permintaan sekitar 40% yang langsung menghantam order book yang tipis. Harga harus bergerak untuk menyeimbangkan ketidakseimbangan ini.

Ketiga, listing di CEX kecil sering menjadi batu loncatan menuju exchange yang lebih besar. Token yang sukses di Gate.io, membangun volume, dan menunjukkan dukungan komunitas yang nyata akan menjadi kandidat yang jauh lebih menarik bagi exchange Tier 2, dan akhirnya Tier 1. Masuk lebih awal pada listing Tier 3 membuka peluang terhadap beberapa katalis berlapis seiring token naik “tangga exchange”.

Menggabungkan Modul

1) Token yang Akan Dilisting dan 2) Token yang Telah Dilisting

Modul Token Announcements dan Token Listings bersama-sama memberikan visibilitas penuh terhadap jalur progresi exchange yang biasanya dilalui proyek sukses. Sebagian besar token tidak langsung debut di Binance atau Coinbase. Mereka memulai di exchange Tier 3, membangun volume dan komunitas, lalu naik ke Tier 2, dan akhirnya menarik minat Tier 1 jika fundamental tetap kuat.

Progresi ini menciptakan beberapa katalis terpisah, masing-masing berpotensi memicu gelombang kenaikan harga tersendiri.

Contoh nyata baru-baru ini menunjukkan pola ini dengan jelas: sebuah proyek pertama kali listing di BingX, kemudian diumumkan di XT, disusul KuCoin, lalu Binance Spot, dan akhirnya Binance Futures. Di setiap kenaikan level exchange, token tersebut mengalami fase apresiasi baru seiring masuknya kumpulan modal yang lebih besar.

Pengguna yang melacak kedua modul dapat menyaksikan seluruh perjalanan ini secara real-time. Setiap alert menjadi potensi titik masuk atau penambahan posisi. Alih-alih baru menemukan proyek saat sudah sampai Coinbase atau Binance, AHS memungkinkan identifikasi dan akumulasi di tahap awal, ketika potensi upside masih jauh lebih besar.

Mekanisme Aliran Modal

Memahami urutan aliran modal menjelaskan mengapa pola ini bekerja.

Sebelum listing, token biasanya hanya tersedia di DEX dan mungkin satu atau dua exchange kecil. Pool pembeli terbatas pada pengguna DeFi yang nyaman dengan transaksi on-chain. Bisa jadi hanya beberapa ribu orang yang bahkan tahu token itu ada.

Pengumuman listing muncul. Token kini tampil di exchange terpusat dengan 500 ribu hingga 2 juta pengguna terdaftar. Bahkan jika hanya 0,1% dari mereka memperhatikan listing baru tersebut, itu sudah berarti 500–2.000 calon pembeli baru yang sebelumnya sama sekali tidak sadar akan token ini.

Perdagangan dimulai. Sebagian dari pengguna baru tersebut mulai membeli. Market maker yang ditugaskan untuk pair baru mulai menyediakan likuiditas. Order beli masuk ke order book. Karena token ini small cap dengan likuiditas terbatas, tekanan beli kecil pun cukup untuk menggerakkan harga.

Terbentuklah loop umpan balik: harga naik, lebih banyak orang memperhatikan, permintaan bertambah, harga naik lagi. Trader yang masuk lebih awal saat listing live biasanya menjadi pihak yang paling diuntungkan oleh momentum ini.

Cakupan Exchange

Sistem memantau listing di seluruh spektrum exchange:

  • Tier 1: Binance, Coinbase, Kraken, OKX, Bybit

  • Tier 2: KuCoin, Gate.io, Bitget, MEXC, Huobi

  • Tier 3: Exchange regional kecil dan platform khusus

Kriteria Seleksi Optimal

Tidak semua listing small cap layak ditradingkan. Fokuskan perhatian pada token yang memiliki:

  • Market cap di bawah $50 juta (ruang kenaikan masih besar)

  • Tim pengembang aktif dengan roadmap yang jelas

  • Pertumbuhan sosial yang organik (bukan bot)

  • Listing CEX pertama atau kedua (efek kebaruan maksimal)

  • Utilitas nyata atau narasi meme kuat dengan dukungan komunitas asli

Listing adalah pemicu awal. Fundamental menentukan apakah momentum akan berlanjut atau memudar.

5. Modul 3: Alpha Hunter Token Launches di DEX

Sistem “Berburu Whale”

Modul 3 adalah komponen paling canggih dalam Alpha Hunter Suite. Sistem ini memindai lebih dari 100.000 peluncuran token baru setiap hari di lebih dari 20 jaringan blockchain, mencakup seluruh decentralized exchange (DEX). Dari lebih dari 100.000 peluncuran tersebut, sistem penyaringan hanya menampilkan kurang dari 2–3 token yang memenuhi kriteria kualitas potensial. Artinya, 99,997% noise berhasil disaring.

Prinsip utamanya sederhana: ikuti smart money. Sistem melacak wallet milik trader berperforma tinggi, market maker, dan pemain institusional. Ketika beberapa whale berkualitas mulai mengakumulasi token yang benar-benar baru, sinyal tersebut layak diperhatikan.

Ini bukan wallet acak. Ini adalah alamat dengan saldo enam hingga tujuh digit dan rekam jejak profit yang terbukti di berbagai siklus pasar. Saat mereka mulai bergerak, itu jarang terjadi tanpa alasan.

Salah satu kemampuan paling bernilai dari modul Alpha Hunter Token Launches adalah kemampuannya untuk menangkap narasi investasi sejak masih terbentuk, sering kali berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan sebelum menjadi pembicaraan arus utama.

Ketika wallet whale mulai mengakumulasi token dalam sektor tertentu—baik itu AI agents, real world assets (RWA), decentralized physical infrastructure, atau bahkan kategori yang benar-benar baru—polanya sudah terlihat di data jauh sebelum Crypto Twitter mulai ramai membahasnya.

Visibilitas dini ini memungkinkan pengguna mengambil posisi lebih awal, bukan mengejar narasi yang sudah keburu naik. Hal yang sama pentingnya adalah apa yang terjadi saat kondisi pasar memburuk: modul ini justru menjadi sepi.

Ketika kondisi pasar melemah dan peluang berkualitas menghilang, frekuensi alert akan turun drastis. Ini bukan kesalahan sistem. Justru sebaliknya—inilah cara sistem bekerja sebagaimana mestinya. Sistem akan “diam” tepat di saat Anda menginginkannya.

Pada periode ketika peluncuran token baru memiliki tingkat kegagalan yang sangat tinggi, kriteria penyaringan secara alami menghasilkan lebih sedikit peluang yang lolos. Keheningan ini menjadi sinyal tersendiri, yang secara efektif melindungi pengguna dari menempatkan modal di lingkungan pasar di mana bahkan token yang sudah disaring dengan baik pun menghadapi hambatan besar.

Pipeline Penyaringan Statistik

Setiap token harus melewati beberapa tahap penyaringan sebelum akhirnya dikirim sebagai alert.

Tahap 1: Pemeriksaan Kelayakan Dasar

Tahap ini mencakup:

  • Ambang batas market cap minimum (disesuaikan secara dinamis dengan kondisi pasar)

  • Persyaratan likuiditas minimum untuk memastikan posisi bisa masuk dan keluar

  • Analisis rasio volume terhadap market cap untuk menyaring token yang tidak aktif

  • Jumlah holder minimum untuk memastikan distribusi yang nyata

Tahap 2: Keamanan Kontrak dan Deteksi Honeypot

Inilah keunggulan proprietary utama sistem. Kontrak token dianalisis secara menyeluruh melalui berbagai API keamanan, termasuk:

  • Status penguncian likuiditas

  • Deteksi fungsi mint dan freeze yang berpotensi disalahgunakan

  • Penarikan skor RugCheck

  • Verifikasi persentase burn likuiditas melalui TokenSniffer

  • Integrasi metrik keamanan dari GeckoTerminal

Jika sebuah kontrak menunjukkan karakteristik mencurigakan, token tersebut akan langsung tersaring sebelum pernah muncul ke pengguna.

Tahap 3: Penilaian Kualitas Whale

Tidak semua whale layak diikuti. Sistem menilai kualitas whale berdasarkan beberapa faktor, antara lain:

  • Total saldo wallet (preferensi pada whale dengan aset tujuh digit)

  • Komposisi portofolio (keberadaan proyek-proyek berkualitas dan mapan)

  • Alokasi stablecoin saat pasar turun (menunjukkan manajemen risiko yang matang)

  • Kinerja historis

  • Pola perilaku hold

Whale yang menahan posisi menunjukkan keyakinan. Sebaliknya, whale yang langsung menjual bisa saja hanya menerima alokasi dari tim. Aktivitas ini kami lacak sepenuhnya—cukup klik “Click Here”, dan Anda bisa langsung melihat kapan mereka membeli dan apakah mereka sudah menjual, seperti yang ditampilkan di bawah.

Tahap 4: Verifikasi Sosial dan Legitimitas

Apakah proyek memiliki website yang berfungsi dengan baik? Apakah ada akun Twitter/X dengan pengikut nyata (bukan bot)? Apakah tersedia komunitas Telegram atau Discord? Apakah mereka membayar verifikasi DEXScreener?

Faktor-faktor ini bukan jaminan kualitas, tetapi ketiadaan salah satunya adalah sinyal peringatan. Paling tidak, itu menjadi alasan kuat untuk bersikap lebih hati-hati sebelum melangkah lebih jauh.

Blockchain Coverage

Primary Networks (Highest Activity):

  • Solana (including pump.fun, pumpswap, Boop, Bonk launches)
  • Ethereum Mainnet
  • Base
  • BNB Smart Chain (BSC)

Secondary Networks:

Arbitrum, Avalanche, Polygon, Optimism, Linea, Scroll, zkSync, Mantle, Mode, Sonic, Abstract, Blast, and additional EVM-compatible chains

6. Checklist Penyaringan Token Launch

Saat menerima alert Alpha Hunter Token Launch, gunakan checklist ini untuk mengevaluasi peluangnya. Checklist ini dibagi menjadi Langkah Pra-Pembelian (sebelum masuk posisi) dan Langkah Pasca-Pembelian (pemantauan setelah masuk).

Langkah-langkah ini tidak boleh dilewati, seberapa pun menariknya sebuah alert.

CHECKLIST PRA-PEMBELIAN

Selesaikan semua langkah berikut sebelum membuka posisi apa pun. Setiap poin dilengkapi bobot kepentingan untuk membantu menentukan prioritas.

 

Verification Step Weight Check
Pastikan jumlah whale lebih dari satu. 0.10 [ ]
Periksa apakah proyek memiliki website, X (Twitter), Discord, dan Telegram. 0.10 [ ]
Verifikasi apakah DEXScreener berstatus berbayar. 0.10 [ ]
Pantau nilai token yang dimiliki oleh setiap whale. 0.10 [ ]
Periksa ukuran whale (idealnya dengan saldo minimal tujuh digit). 0.10 [ ]
Periksa komposisi token di portofolio whale (utamakan proyek Tier 1 yang berkualitas). 0.10 [ ]
Periksa Cabal Score (waspadai jika lebih dari 50%). 0.10 [ ]
Periksa apakah volume melebihi market cap (potensi pump yang terkoordinasi). 0.10 [ ]
Periksa persentase volume palsu (waspadai jika lebih dari 40%). 0.05 [ ]
Analisis rasio Insider Holders terhadap Insider Made (waspadai jika lebih dari 50%). 0.05 [ ]
Periksa Bundling Rate (jika lebih dari 30%, teliti komposisinya dengan cermat). 0.05 [ ]
Periksa apakah airdrop melebihi 20% (dapat menggelembungkan jumlah holder secara artifisial). 0.05 [ ]
Periksa Liquidity Lock Score (pastikan likuiditas terkunci secara permanen). 0.05 [ ]
Periksa apakah tim dan developer sudah doxxed (lebih baik jika iya). 0.05 [ ]

CHECKLIST PASCA-PEMBELIAN (Monitoring)

Gunakan daftar ini setelah masuk posisi untuk memantau apakah aset layak dipertahankan atau sudah waktunya exit.

Langkah Monitoring Cek
Periksa jumlah Dev Launches (jumlah tinggi adalah red flag) [ ]
Periksa jumlah reply (lebih baik jika lebih dari 2) [ ]
Popularitas Pencarian: 1D > P3 menandakan tren naik [ ]
Data Distribusi Holder: identifikasi berapa banyak yang memegang > $100 [ ]
Periksa apakah rasio Holders terhadap Open Token Accounts > 70% [ ]
Periksa Concentration Rate (Top 3 holder harus < 50%) [ ]
Tentukan apakah proyek Meme atau Utility (meme risikonya ~100x lebih tinggi) [ ]
Popularitas Pencarian: 1D > P3 (tren jangka pendek) [ ]
Popularitas Pencarian: 7D > P3 (minat berkelanjutan) [ ]
Popularitas Pencarian: 30D > P3 (tren jangka panjang) [ ]
Pastikan website asli dan berfungsi dengan baik [ ]
Periksa kesamaan (commonality) dengan followers X [ ]
Evaluasi metrik sosial follower (skor tinggi = dukungan kuat) [ ]
Pastikan ada aplikasi atau produk yang benar-benar berfungsi [ ]
Periksa apakah akun X aktif dan memposting konten original [ ]
Evaluasi engagement dan metrik dukungan di X [ ]
Verifikasi apakah whale masih hold atau sudah derisk/sell [ ]
Masuk ke Telegram proyek dan nilai aktivitas vs shiller [ ]
Nilai aktivitas komunitas dari performa raid posting X [ ]
Pastikan jumlah holder terus bertambah [ ]
Periksa price action dan pastikan masih dalam channel naik [ ]
Cari alamat kontrak di X dan nilai diskusi seputar proyek [ ]
Cari simbol $Token di X dan nilai kualitas pembahasan [ ]
Cari repository GitHub dan pastikan kode original (bukan fork) [ ]
Verifikasi riwayat kontributor utama di GitHub [ ]
Pastikan kontribusi GitHub autentik dan konsisten [ ]

 

7. Pengaturan Otomasi: Trading End-to-End

Catatan Penting:
Pengaturan otomasi ini bersifat lanjutan. Saat ini tidak ada sistem lain di pasar yang benar-benar sebanding, yang berarti parameter optimal masih terus ditemukan secara kolektif. Karena itu, kesabaran dalam proses konfigurasi sangat penting.

Pendekatan Dua Tahap

Tahap 1: Memastikan Profitabilitas

Fokus awal adalah memastikan bahwa sistem benar-benar bisa menghasilkan profit, apa pun skalanya. Tahap ini bukan tentang optimalisasi, melainkan memastikan mekanisme dasar berjalan dengan stabil dan konsisten.

Optimalisasi bisa menyusul nanti. Prioritas utamanya adalah sistem bekerja sebagaimana mestinya.

Tahap 2: Optimalisasi untuk Memaksimalkan Profit

Setelah profitabilitas terbukti dan data performa mulai terkumpul, barulah strategi exit dan parameter risiko dapat disempurnakan berdasarkan metrik kinerja nyata, bukan asumsi.

Profil Strategi Exit yang Sedang Diuji

Profil exit berikut sedang diuji secara aktif oleh para pengguna. Hingga saat ini, belum ada profil yang dianggap paling optimal, dan inilah yang sedang diupayakan bersama oleh komunitas.

Profil Strategi Exit
Profil 1 Keluar dari setiap trade saat profit mencapai 20%
Profil 2 Keluar dari setiap trade menggunakan trailing stop loss 30%
Profil 3 Keluar 50% posisi saat profit 100%, lalu gunakan trailing stop 30% untuk sisa posisi
Profil 4 Keluar dari setiap trade saat profit mencapai 30%
Profil 5 Keluar dari setiap trade saat profit mencapai 40%
Profil 6 Tanpa exit otomatis; sepenuhnya dikelola secara manual

Menentukan parameter terbaik membutuhkan kecerdasan kolektif. Pengguna sangat dianjurkan untuk membagikan hasil dan temuan mereka, sehingga komunitas dapat mengoptimalkan strategi ini bersama-sama.

Pengaturan Otomasi Langkah demi Langkah

LANGKAH 1: Instal dan Konfigurasi Maestro Bot

  1. Buka https://t.me/maestro

  2. Klik Signals, lalu SOL, kemudian Maestro DMs

  3. Aktifkan Auto Buy

  4. Atur Buy Amount sesuai preferensi

  5. Klik Sell Limit, lalu Configure Exit Parameters, klik Add, kemudian Confirm

Menyiapkan Wallet di Maestro

  • Impor private key dari wallet ETH ke wallet BASE dan BSC

  • Lakukan bridge ETH ke BASE dan BNB ke BSC

  • Maestro menyediakan layanan bridge bawaan setelah wallet dikonfigurasi

  • Impor private key untuk wallet SOL

Catatan:
Bagi pengguna yang tidak ingin mengimpor private key, Maestro dapat membuat wallet baru. Cukup deposit dana langsung ke wallet yang dibuat, lalu backup private key dan mnemonic dengan aman.

LANGKAH 2: Instal Alpha Hunter Bot

LANGKAH 3: Instal Bot Auto Forwarding

LANGKAH 4: Konfigurasi Forwarding

  • Buat tugas forwarding di bot forwarder untuk mengirim alert Alpha Hunter secara otomatis ke Maestro Bot

  • Ambil Bot ID dari aplikasi forwarder untuk memastikan konfigurasi berjalan dengan benar

LANGKAH 5: Atur Forward Task

Contoh format:

forward alphahunter [SOURCE_ID] to [MAESTRO_ID]

 

LANGKAH 6: Uji Alur Lengkap

  • Lakukan pengujian dengan menempelkan alamat kontrak token large-cap yang sudah dikenal

  • Pastikan auto buy berjalan dengan benar

  • Setelah alur end-to-end terkonfirmasi, keluar secara manual dari posisi uji coba

8. Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q: Bot Telegram menampilkan pesan akun tidak terotorisasi. Apa yang harus dilakukan?

A: Dalam hampir semua kasus, ini disebabkan oleh ketidaksesuaian username Telegram atau langganan Blockcircle yang tidak aktif.
Buka https://blockcircle.com/account dan pastikan username Telegram persis sama dengan yang ada di pengaturan Telegram. Sistem sensitif terhadap huruf besar dan kecil.
Contoh: CryptoTrader berbeda dengan cryptotrader.

Q: Seberapa cepat harus bertindak saat menerima alert Token Launch?

A: Kecepatan sangat penting. Peluang terbaik sering mengalami pergerakan cepat dalam 3 hingga 60 menit pertama. Namun, due diligence tidak boleh dilewati. Analisis terstruktur selama 10–15 menit menggunakan Checklist Pra-Pembelian jauh lebih baik dibanding entry impulsif.

Q: Apakah setiap token yang muncul di alert harus dibeli?

A: Tidak. Alert adalah titik awal analisis, bukan sinyal beli otomatis. Gunakan checklist penyaringan. Periksa kondisi pasar melalui AMS. Jangan pernah mengalokasikan dana yang tidak siap hilang sepenuhnya pada satu posisi.

Q: Berapa ukuran posisi yang ideal untuk Token Launch?

A: Setiap posisi sebaiknya dibatasi 1%–2% dari total nilai portofolio. Total eksposur untuk strategi Token Launch sebaiknya tidak lebih dari 5%–10% portofolio. Pendekatan ini membatasi downside sambil tetap memberi upside yang berarti.

Q: Bagaimana menentukan waktu exit?

A: Pantau item di Checklist Pasca-Pembelian. Sinyal exit utama meliputi: whale mulai menjual, jumlah holder menurun, harga menembus support, dan aktivitas komunitas melemah.
Profil exit otomatis tersedia bagi pengguna yang lebih menyukai pendekatan berbasis aturan.

Q: Mengapa beberapa alert menampilkan N/A pada metrik tertentu?

A: Ketersediaan data berbeda-beda tergantung blockchain dan usia token. Token yang sangat baru mungkin belum memiliki semua metrik. Selain itu, penyedia data pihak ketiga terkadang mengalami gangguan. Nilai N/A bukan red flag otomatis, tetapi sinyal untuk melakukan verifikasi manual tambahan.

Q: Apakah bisa menggunakan bot trading selain Maestro?

A: Bisa. Bot trading Telegram apa pun yang menerima alamat kontrak dapat digunakan dengan sistem forwarding ini. Maestro didokumentasikan karena dukungan multi-chain yang kuat, tetapi arsitektur forwarding bekerja dengan sebagian besar alternatif.

Q: Seberapa sering posisi harus dipantau?

A: Untuk Token Launch, pemantauan setiap beberapa menit sangat disarankan karena sifatnya yang berisiko tinggi. Dinamika token baru dapat berubah sangat cepat.
Jika tidak bisa memantau aktif, gunakan exit otomatis dengan stop-loss yang masuk akal melalui bot seperti Maestro, Banana Gun, Bonk Bot, Photon Bot, dan lainnya.

Q: Apa yang dimaksud dengan whale berkualitas?

A: Whale berkualitas biasanya memiliki:

  • Nilai portofolio enam hingga tujuh digit

  • Portofolio terdiversifikasi dengan proyek mapan

  • Alokasi stablecoin tinggi saat pasar turun (manajemen risiko aktif)

  • Profitabilitas yang konsisten

  • Kecenderungan menahan posisi, bukan langsung flip


9. Catatan Penutup

Filosofi Blockcircle

Alpha Hunter Suite dibangun dengan prinsip bahwa data mengalahkan hype. Pasar kripto dipenuhi noise, narasi buatan, dan promosi berbayar. Untuk menembus semua itu dibutuhkan analisis sistematis dan kuantitatif. Itulah yang disediakan oleh tool ini, bersama dengan:

  • Altcoin Market Scorecard (AMS)

  • Global Liquidity Scorecard (GLS)

  • Macroeconomic Risk Scorecard (MRS)

  • Momentum Trading Engine (MTE)


Sumber Bantuan & Dukungan

Get Smarter About Crypto

Join 6,000+ subscribers and get our 5 min weekly newsletter on what matters in crypto trading.

Newsletter

Subscribe to our newsletter to get regular content.

© Blockcircle. 2025. All rights reserved

When you visit or interact with our sites, services or tools, we or our authorised service providers may use cookies for storing information to help provide you with a better, faster and safer experience and for marketing purposes.

THE BLOCKCIRCLE EDGE TODAY

Handpicked stories, in your inbox

A daily Digital Asset newsletter with the best of our information