Reading

Panduan Pengguna Blockcircle Alpha Hunter Suite (AHS)

Panduan Pengguna Blockcircle Alpha Hunter Suite (AHS)

1. Kenalan sama Alpha Hunter Suite

Apa itu Alpha Hunter Suite (AHS)?

Pasar kripto itu bising banget. Setiap hari ada promosi berbayar, influencer yang shilling, dan narasi yang sengaja “dibikin” supaya orang ikut arus. Akhirnya, makin susah bedain mana sinyal yang benar benar kuat dan mana yang cuma gangguan. Cari peluang yang benar benar nyata jadi makin menantang. Nah, Alpha Hunter Suite (AHS) dibuat khusus buat ngatasin masalah ini.

  • Alpha Hunter Suite adalah platform intelijen eksklusif dari Blockcircle yang memantau 3 jenis “kejadian alpha” secara real time:
  • Token yang baru diumumin akan listing di centralized exchange (CEX)
  • Token yang sudah resmi mulai diperdagangkan di CEX
  • Token baru yang masih sangat awal, tapi sudah mulai dikumpulin sama whale yang berkualitas

Di balik layar, sistem ini nge scan data dari lebih dari 20 jaringan blockchain, narik data dari API bursa terpusat dan terdesentralisasi, ngumpulin info dari ratusan sumber, dan memantau aktivitas wallet institusional 24 jam nonstop.

Alpha Hunter Suite terdiri dari tiga modul utama, masing masing fokus di tahap berbeda dalam siklus hidup sebuah token:

  • Alpha Hunter Token Announcements
    Melacak token yang sudah diumumkan akan listing di centralized exchange, tapi tradingnya belum dibuka. Ini fase sebelum pasar benar benar mulai bergerak, saat informasi baru saja keluar.
  • Alpha Hunter Token Listings
    Memantau token yang resmi mulai diperdagangkan di centralized exchange secara real time. Begitu trading dibuka, sistem langsung menangkap momen price discovery awal.
  • Alpha Hunter Token Launches
    Fokus ke token yang masih sangat awal, bahkan sebelum listing di exchange besar. Modul ini menyaring proyek baru dan mendeteksi apakah sudah ada akumulasi dari smart money atau wallet berkualitas.

 

Mengapa Suite Alat Ini Dibuat

Skalanya memang gila. Setiap hari ada lebih dari 100.000 token baru yang muncul di berbagai blockchain. Dan kenyataannya, lebih dari 99% di antaranya adalah scam, proyek mati, atau sekadar noise yang tidak akan pernah berkembang. Menyaring semuanya secara manual hampir tidak mungkin. Tidak ada trader yang bisa mengecek token sebanyak itu dengan konsisten dan objektif.

Di sinilah Alpha Hunter Suite bekerja. AHS melakukan proses penyaringan otomatis sebelum sebuah token sampai ke kamu. Sistem ini:

  • Melacak wallet whale dengan track record yang terbukti
  • Memeriksa keamanan kontrak
  • Mengecek apakah likuiditas dikunci
  • Menganalisis distribusi holder

Jadi ketika sebuah alert muncul, token tersebut sudah melewati beberapa lapisan filter terlebih dulu.

Tentu saja, tidak ada sistem yang menjamin profit. Pasar kripto tetap berisiko. Tapi dengan proses ini, kamu tidak lagi menganalisis 100.000 token acak. Kamu hanya fokus pada daftar yang sudah dipersempit dan disaring secara sistematis.

 

Peringatan Risiko Penting

Perlu dipahami sejak awal: Modul 3 (Token Launches) adalah fitur dengan risiko sangat tinggi.
Walaupun sistem sudah menyaring sampai 99,997% peluncuran token baru, faktanya sebagian besar proyek tahap awal tetap akan gagal. Ini bukan bug sistem, tapi memang karakter alami pasar kripto di fase paling dini.

Fitur ini hanya cocok untuk porsi kecil portofolio yang memang kamu siapkan khusus untuk spekulasi berisiko tinggi. Jangan pernah pakai dana yang kalau hilang bisa mengganggu kondisi keuanganmu.

Perlu diingat juga, whale yang terdeteksi oleh sistem punya modal besar dan sanggup bertahan dari volatilitas ekstrem. Trader ritel tidak punya ruang gerak yang sama. Karena itu, ukuran posisi dan manajemen risiko jauh lebih penting daripada sekadar “nemu token lebih awal.”

 

2. Prasyarat & Pengaturan Akun

Sebelum menggunakan Alpha Hunter Suite, pastikan semua persyaratan berikut telah dipenuhi.

Akun yang Dibutuhkan

  • Langganan Blockcircle aktif
    https://blockcircle.com/pricing
  • Akun Telegram dengan username yang sudah dikonfirmasi
  • Wallet trading di jaringan yang relevan (Solana, Ethereum, Base, BSC, tergantung fokus trading)

 

Konfigurasi Akun Blockcircle

Penting: Username Telegram harus dimasukkan persis sama seperti yang tertera di Telegram. Sistem autentikasi sensitif terhadap huruf besar dan kecil.
Contoh:
Jika username Telegram Anda adalah Trader_2025, lalu kamu ketik trader_2025 di profil Blockcircle, maka autentikasi akan gagal. Ini adalah kesalahan paling umum yang sering terjadi.

Langkah-langkah pengaturan:

  1. Buka https://blockcircle.com/account/
  2. Login menggunakan kredensial yang dikirim melalui email setelah berlangganan
  3. Temukan kolom Telegram Username
  4. Masukkan username Telegram tanpa simbol @
  5. Simpan pengaturan profil
  6. Tunggu sekitar 5 menit hingga sistem tersinkronisasi

 

Pengaturan Bot Telegram Alpha Hunter

Setelah konfigurasi akun selesai:

  1. Buka Telegram dan cari @blockcircle_alpha_hunter_V1_bot
  2. Atau langsung buka:
    https://t.me/blockcircle_alpha_hunter_V1_bot
  3. Klik Start untuk mengaktifkan bot
  4. Bot akan memverifikasi username Telegram dengan akun Blockcircle Anda
  5. Pesan konfirmasi akan muncul jika autentikasi berhasil

 

Video Tutorial

Untuk panduan visual langkah demi langkah, silakan tonton video berikut:

https://www.youtube.com/watch?v=ly4QllUXSI0

 

3. Modul 1: Alpha Hunter Token akan Listing di CEX (Pengumuman)

Apa yang Dilakukan Modul Ini

Modul Token Announcements bekerja dengan memantau bursa besar secara nonstop untuk menangkap setiap pengumuman listing token baru. Jadi begitu Coinbase mengumumkan token baru, Binance merilis jadwal listing, atau Kraken menambahkan pasangan trading, sistem langsung mendeteksinya dan mengirim alert real-time.

Hal penting yang perlu dipahami:
“Diumumkan akan listing” itu beda dengan “sudah mulai trading.” Biasanya ada jeda waktu di antara keduanya. Nah, jeda inilah yang sering jadi momen krusial, karena pasar sering mulai bereaksi bahkan sebelum perdagangan resmi dibuka.

 

Kenapa Pengumuman Listing di CEX Berpengaruh ke Harga Market

Dari pengalaman dan data yang kami lihat, pengumuman listing di CEX sering jadi pemicu pergerakan harga yang besar. Bukan karena kebetulan, tapi karena ada empat faktor utama yang biasanya langsung bekerja bersamaan.

Faktor 1: Awareness Langsung Meledak

Begitu Coinbase atau Binance mengumumkan listing, jutaan user langsung melihat nama token itu. Coinbase saja punya lebih dari 100 juta user, Binance bahkan lebih besar.

Mayoritas user ini tidak main DEX, tidak buka DEXScreener, dan tidak hunting token baru setiap hari. Tapi saat token muncul di aplikasi exchange yang mereka pakai, awareness tercipta seketika.
Dan sering kali, awareness saja sudah cukup untuk menciptakan tekanan beli dari orang-orang yang sebelumnya bahkan tidak tahu proyek itu ada.

Faktor 2: Token Jadi Sangat Mudah Dibeli

Buat banyak orang, DEX itu ribet dan berisiko salah langkah: setup wallet, bridge, approve token, atur slippage, dan lain-lain. CEX menghilangkan semua hambatan ini.

Saat token listing di CEX besar, siapa pun dengan akun terverifikasi bisa beli hanya dengan beberapa klik. Artinya, token itu tiba-tiba terbuka ke jutaan calon pembeli baru yang sebelumnya tidak punya akses sama sekali.

Faktor 3: Likuiditas Masuk dari Market Maker Profesional

Ini bagian yang sering diremehkan. Saat token masuk exchange besar, market maker profesional ikut masuk untuk menyediakan likuiditas.

Mereka bukan trader ritel, tapi institusi dengan modal besar dan sistem algoritmik. Dampaknya:

  • Order besar bisa dieksekusi tanpa slippage parah
  • Order book jadi lebih dalam dan rapi
  • Pemain institusional lain melihat token ini “siap diperdagangkan secara serius”

Banyak hedge fund atau trading desk tidak pernah menyentuh token DEX-only, tapi langsung tertarik begitu token tersedia di CEX besar.

Faktor 4: Efek Validasi dari Exchange 

Exchange Tier 1 seperti Coinbase dan Kraken punya proses seleksi yang ketat. Jadi saat mereka mengumumkan listing, pasar sering menganggapnya sebagai tanda bahwa proyek sudah lolos standar tertentu.

Ini bukan jaminan token pasti bagus, tapi bagi banyak investor, listing di exchange besar sudah cukup dianggap sebagai cap kredibilitas awal. Untuk sebagian pelaku pasar, itu adalah filter kualitas sebelum mereka mau masuk.

Singkatnya, pengumuman listing CEX itu bukan sekadar berita. Biasanya ia membawa attention, akses, likuiditas, dan kepercayaan sekaligus — kombinasi yang sangat kuat untuk menggerakkan harga.

 

 

Momen Waktu Penting Sebelum Pengumuman dan Listing

Waktu antara pengumuman listing dan mulainya trading resmi bisa berbeda-beda. Kadang cuma beberapa jam, kadang bisa satu sampai dua hari. Di fase ini, token biasanya masih diperdagangkan di DEX atau exchange kecil, sementara pelaku pasar yang lebih cepat dan lebih terinformasi mulai ambil posisi lebih awal.

Dari hasil backtest kami, token yang diumumkan akan listing di exchange Tier 1 saat kondisi pasar sedang bullish
(terlihat dari Altcoin Market Scorecard yang positif)
sering mengalami kenaikan sekitar 15% hingga 40% di antara fase pengumuman dan listing.

Alur strateginya cukup simpel:

  • Terima alert pengumuman listing
  • Lakukan pengecekan cepat dan masuk akal
  • Masuk posisi di market yang masih tersedia likuiditas
  • Mulai evaluasi exit saat waktu listing makin dekat atau trading resmi dibuka

Intinya, nilai utama modul ini ada di timing. Bukan mengejar hype setelah listing, tapi memanfaatkan jeda waktu saat pasar belum sepenuhnya masuk.

 

 

Klasifikasi Tier Exchange

Tidak semua listing ngasih efek yang sama. Ada exchange yang sekali listing langsung bikin market heboh, ada juga yang impact nya biasa aja. Biasanya exchange dibedain dari 3 hal: jumlah user, seberapa dalem likuiditasnya, dan seberapa besar efeknya ke harga.

Exchange Why It Matters
Coinbase Kuat banget di pasar AS dan Eropa. Listingnya terkenal “pilih pilih”, jadi kalau masuk Coinbase sering dianggap ada level validasi. Dampaknya bisa besar karena banyak user spot yang baru notice tokennya pas muncul di app.
Binance Volume terbesar di dunia. Kalau token listing di Binance, exposure nya paling luas dan likuiditasnya paling dalem. Ini yang paling sering bikin pergerakan paling kenceng karena audience global langsung bisa masuk.
Kraken Kuat di AS, Kanada, dan Eropa. Mirip Coinbase, listingnya cenderung lebih konservatif. Usernya juga banyak yang lebih “serius” dan peduli compliance, jadi efek validasinya lumayan kuat.
OKX / Bybit Bursa derivatif, kuat banget di Asia. Kadang impact paling kerasa bukan cuma spot, tapi dari futures. Kalau mereka buka market (apalagi perps), volume bisa meledak dan volatilitas ikut naik.

 

Strategi Trading

Strategi Long (Pasar Bullish)

Kalau Altcoin Market Scorecard (AMS) menunjukkan kondisi bullish dan muncul pengumuman listing Tier 1, ini biasanya jadi sinyal menarik untuk ambil posisi long sebelum listing resmi dibuka. Kombinasi awareness yang naik, akses yang makin mudah, dan likuiditas yang masuk sering menciptakan tekanan beli. Praktiknya:

  • Masuk posisi lewat DEX atau CEX kecil yang sudah punya likuiditas
  • Tentukan target profit dari awal
  • Mulai atur exit mendekati waktu listing atau saat trading resmi mulai

 

Strategi Short (Delisting)

Delisting bekerja dengan logika kebalikan. Saat exchange besar mengumumkan delisting, likuiditas keluar, akses menyempit, dan efek validasi berubah jadi negatif.

Dalam banyak kasus, delisting dari exchange besar bisa memicu penurunan harga 20–50%.
Buat trader yang punya akses short, ini sering jadi setup dengan probabilitas tinggi.

 

Filter Kondisi Pasar

bagian yang sering bikin orang salah langkah.

Strategi berbasis pengumuman jauh lebih efektif di pasar bullish. Saat market kripto lagi lemah atau turun, bahkan berita positif sering nggak punya dampak lanjutan.

Sebelum masuk posisi, selalu cek Altcoin Market Scorecard:

  • Bull market: listing = permainan momentum
  • Bear market: bahkan listing Tier 1 sering gagal lanjut naik

Intinya, kondisi pasar menentukan seberapa kuat efek sebuah pengumuman.

 

4. Modul 2: Alpha Hunter Token yang Telah Dilisting di CEX

Apa yang Dilakukan Modul Ini

Apa yang Dilakukan Modul Ini
Berbeda dengan Modul 1 yang fokus sebelum listing, Modul 2 memantau token yang sudah resmi mulai diperdagangkan di bursa terpusat secara real-time.

Modul ini biasanya menangkap listing token berkapitalisasi kecil hingga menengah di exchange yang lebih kecil atau menengah, tempat pergerakan harga sering kali lebih liar dan cepat.

Fokus utamanya bukan hype pengumuman, tapi reaksi pasar setelah perdagangan benar-benar dibuka, seperti:

  • Lonjakan volume mendadak
  • Breakout harga setelah open trading
  • Distribusi atau akumulasi awal oleh pelaku pasar
  • Perubahan struktur order book dalam jam-jam pertama

Modul ini cocok untuk trader yang ingin memanfaatkan momentum awal setelah listing live, terutama pada token yang sebelumnya hanya diperdagangkan di DEX atau pasar yang sangat terbatas.

Pola Small Cap + Tier 3 CEX

Dari data yang kami lihat, ada pola yang cukup konsisten. Saat token small cap biasanya market cap di bawah $50 juta mulai diperdagangkan di exchange Tier 3 atau exchange kecil, harganya sering melonjak cepat. Lonjakan ini bisa terjadi dalam hitungan detik, menit, sampai beberapa jam pertama setelah listing. Sekilas ini memang terdengar aneh. Harusnya kan listing di exchange besar lebih berdampak? Tapi justru di exchange kecil, pergerakannya sering lebih eksplosif.

Alasannya sederhana. Di exchange kecil, likuiditas masih tipis, jumlah penjual terbatas, dan order book belum dalam. Ketika ada sedikit saja permintaan beli yang masuk, harga bisa terdorong naik dengan sangat cepat. Tidak butuh modal besar untuk menggerakkan harga. Berbeda dengan exchange besar yang likuiditasnya tebal dan sudah dijaga market maker profesional, exchange kecil jauh lebih “ringan” untuk digerakkan. Inilah yang membuat listing small cap di Tier 3 CEX sering menghasilkan pump cepat, meskipun skalanya tidak selalu bertahan lama.

 

Kenapa Listing di Exchange Kecil Sering Bikin Gerakannya Lebih Gede?

1) Biasanya mereka listing lebih dulu
Exchange kecil itu sering jadi “pintu masuk pertama” token ke dunia CEX. Token bisa muncul di Gate.io atau MEXC bulan-bulan lebih awal sebelum ada peluang masuk Coinbase atau Binance. Karena syarat listing mereka lebih longgar dan prosesnya lebih cepat, kamu jadi bisa lihat token di fase yang masih awal.

2) Demand kecil saja bisa ngangkat harga jauh
Kalau tokennya masih small cap, order book biasanya tipis. Jadi tambahan beli yang “nggak seberapa” bisa langsung dorong harga.
Contoh gampangnya: kalau volume harian token cuma $500 ribu, lalu gara-gara listing baru ada tambahan beli $200 ribu, itu berarti demand naik sekitar 40%. Karena order book tipis, harga harus naik untuk “ngimbangin” permintaan itu.

3) Sering jadi tangga menuju exchange yang lebih besar
Listing di exchange kecil kadang jadi langkah awal token buat naik level. Kalau tokennya bisa buktiin ada volume, komunitas aktif, dan tradingnya rame di Gate.io atau MEXC, biasanya dia jadi lebih “menarik” buat exchange yang lebih besar.
Jadi entry dari listing Tier 3 itu kadang bukan cuma main satu event, tapi bisa jadi main beberapa katalis berurutan saat token naik “tangga exchange” dari Tier 3 ke Tier 2 sampai akhirnya Tier 1.

 

Gabungan Modul 1 dan 2

Modul Token Announcements dan Token Listings saling melengkapi untuk melihat perjalanan token dari awal sampai besar. Kebanyakan proyek tidak langsung masuk Binance atau Coinbase. Biasanya mereka mulai dari exchange kecil (Tier 3), lalu naik ke Tier 2, dan kalau performanya bagus, baru dilirik Tier 1. Setiap naik level exchange, biasanya muncul katalis baru yang bisa mendorong harga naik lagi.

Contoh yang sering terjadi: token pertama kali listing di exchange kecil, lalu masuk exchange menengah, kemudian Binance Spot, dan akhirnya Binance Futures. Di setiap tahap ini, ada gelombang modal baru yang masuk, sehingga harga sering mengalami kenaikan bertahap. Dengan memantau dua modul sekaligus, kamu bisa mengikuti seluruh proses ini secara real-time. Setiap alert bisa jadi peluang entry awal atau tambah posisi, bukan baru sadar saat token sudah viral dan terlambat masuk.

 

Mekanisme Aliran Modal

Kalau kamu paham urutan “uang masuknya dari mana dulu”, kamu bakal lebih ngerti kenapa pola listing ini sering jalan.

Sebelum listing, token biasanya cuma ada di DEX atau 1 sampai 2 exchange kecil. Jadi yang bisa beli itu terbatas, biasanya orang DeFi yang udah biasa on chain. Yang tau tokennya pun mungkin cuma ribuan orang. Begitu ada pengumuman listing, ceritanya berubah. Token mulai muncul di CEX yang punya ratusan ribu sampai jutaan user. Bahkan kalau cuma 0,1% aja yang ngeh, itu udah nambah 500 sampai 2.000 calon pembeli baru yang sebelumnya bahkan gak tau token ini ada.

Saat trading beneran dibuka, sebagian user baru mulai beli. Market maker juga mulai ngisi likuiditas buat pair baru. Order beli masuk ke order book. Karena tokennya masih small cap dan likuiditas tipis, dorongan beli yang kecil pun bisa bikin harga bergerak lumayan jauh. Akhirnya kebentuk efek bola salju: harga naik, makin banyak yang notice, makin banyak yang ikut beli, harga naik lagi. Biasanya yang paling diuntungkan adalah trader yang masuk cepat pas listing live, karena mereka “naik bareng momentum” dari gelombang pembeli baru ini.

 

Cakupan Exchange

Sistem memantau listing di seluruh spektrum exchange:

  • Tier 1: Binance, Coinbase, Kraken, OKX, Bybit
  • Tier 2: KuCoin, Gate.io, Bitget, MEXC, Huobi
  • Tier 3: Exchange regional kecil dan platform khusus

 

Kriteria Seleksi Optimal

Tidak semua listing small cap layak ditradingkan. Fokuskan perhatian pada token yang memiliki:

  • Market cap di bawah $50 juta (ruang kenaikan masih besar)
  • Tim pengembang aktif dengan roadmap yang jelas
  • Pertumbuhan sosial yang organik (bukan bot)
  • Listing CEX pertama atau kedua (efek kebaruan maksimal)
  • Utilitas nyata atau narasi meme kuat dengan dukungan komunitas asli

Listing adalah pemicu awal. Fundamental menentukan apakah momentum akan berlanjut atau memudar.

 

5. Modul 3: Alpha Hunter Token Launches di DEX

Sistem “Berburu Whale”

Modul ini adalah bagian paling canggih dari Alpha Hunter Suite. Setiap hari, sistem memantau lebih dari 100.000 token baru yang launch di berbagai DEX, di lebih dari 20 jaringan blockchain. Dari jumlah sebesar itu, hanya 2–3 token saja yang lolos filter dan ditampilkan ke pengguna. Artinya, hampir seluruh noise berhasil disingkirkan.

Prinsipnya simpel: ikuti smart money. Sistem melacak wallet milik whale berkualitas seperti trader berpengalaman, market maker, dan pemain institusional. Saat beberapa whale dengan rekam jejak profit yang jelas mulai mengakumulasi token yang benar-benar baru, itu biasanya bukan kebetulan.

Wallet yang dipantau bukan alamat sembarangan. Ini adalah wallet dengan saldo besar dan histori profit konsisten di berbagai kondisi market. Ketika mereka masuk di fase sangat awal, itu sering jadi tanda bahwa ada sesuatu yang menarik sebelum pasar ramai menyadarinya.

Salah satu nilai terbesar dari Alpha Hunter Token Launches adalah kemampuannya menangkap narasi investasi sejak masih sangat awal. Dalam banyak kasus, sinyal sudah muncul minggu bahkan bulan sebelum topik tersebut ramai dibahas di pasar.

Saat wallet whale mulai mengakumulasi token di sektor tertentu seperti AI agents, RWA, DePIN, atau bahkan kategori baru yang belum punya nama jelas, pola ini sudah terlihat di data. Biasanya Crypto Twitter baru ribut belakangan, setelah harga sudah bergerak.

Keunggulan ini membuat kamu bisa masuk lebih awal, bukan ikut mengejar narasi yang sudah terlanjur naik.

Hal menarik lainnya justru terjadi saat kondisi pasar memburuk. Di fase market lemah, modul ini akan semakin jarang mengeluarkan alert. Ini bukan bug. Ini memang desainnya.

Saat peluang berkualitas hampir tidak ada dan tingkat kegagalan token baru sangat tinggi, sistem secara alami “diam”. Keheningan ini adalah sinyal penting karena membantu melindungi modal kamu, dengan mencegah entry di kondisi pasar di mana bahkan token yang sudah difilter ketat pun punya peluang gagal yang besar.

 

Pipeline Penyaringan Statistik

Setiap token harus melewati beberapa tahap penyaringan sebelum akhirnya dikirim sebagai alert.

Tahap 1: Pemeriksaan Kelayakan Dasar

Tahap ini mencakup:

  • Ambang batas market cap minimum (disesuaikan secara dinamis dengan kondisi pasar)
  • Persyaratan likuiditas minimum supaya posisi bisa masuk dan keluar
  • Analisis rasio volume terhadap market cap untuk menyaring token yang sepi
  • Jumlah holder minimum untuk memastikan distribusi yang nyata

 

Tahap 2: Keamanan Kontrak dan Deteksi Honeypot

Inilah keunggulan proprietary utama sistem. Kontrak token dicek menyeluruh lewat berbagai API keamanan, termasuk:

  •  Status penguncian likuiditas
  • Deteksi fungsi mint dan freeze yang berpotensi disalahgunakan
  • Penarikan skor RugCheck
  • Verifikasi persentase burn likuiditas lewat TokenSniffer
  • Integrasi metrik keamanan dari GeckoTerminal

Kalau kontraknya terlihat mencurigakan, token langsung tersaring dan tidak akan muncul ke pengguna.

 

Tahap 3: Penilaian Kualitas Whale

Tidak semua whale layak diikuti. Sistem menilai kualitas whale dari beberapa faktor, antara lain:

  • Total saldo wallet (prioritas pada whale dengan aset tujuh digit)
  • Komposisi portofolio (ada proyek yang berkualitas dan mapan)
  • Alokasi stablecoin saat pasar turun (tanda risk management yang matang)
  • Kinerja historis
  • Pola perilaku hold

Whale yang tahan posisi biasanya menunjukkan keyakinan. Sebaliknya, whale yang langsung jual bisa saja cuma pegang alokasi dari tim. Aktivitas ini kami lacak penuh, cukup klik “Click Here” untuk lihat kapan mereka beli dan apakah sudah jual, seperti contoh di bawah.

Tahap 4: Verifikasi Sosial dan Legitimitas

Pada tahap ini, sistem mengecek apakah proyek terlihat benar-benar “hidup” dan serius, antara lain:

  • Website bisa diakses dan berfungsi dengan baik
  • Akun Twitter/X aktif dengan pengikut yang nyata, bukan bot
  • Tersedia komunitas Telegram atau Discord
  • Status verifikasi di DEXScreener

Faktor-faktor ini memang bukan jaminan proyek pasti bagus. Namun, jika satu atau beberapa elemen ini tidak ada, itu adalah red flag. Setidaknya, ini jadi tanda untuk ekstra hati-hati sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.

Blockchain Coverage

Primary Networks (aktivitas paling ramai):

  • Solana (termasuk pump.fun, pumpswap, Boop, Bonk launches)
  • Ethereum Mainnet
  • Base
  • BNB Smart Chain (BSC)

Secondary Networks (tambahan jaringan yang juga dipantau):

  • Arbitrum, Avalanche, Polygon, Optimism
  • Linea, Scroll, zkSync
  • Mantle, Mode, Sonic, Abstract, Blast
  • dan jaringan lain yang kompatibel dengan EVM

 

6. Checklist Penyaringan Token Launch

Saat kamu menerima alert Alpha Hunter Token Launch, jangan langsung entry. Gunakan checklist ini untuk menilai kualitas peluangnya. Checklist dibagi dua tahap: sebelum beli dan setelah beli. Intinya sederhana: jangan pernah lompat langkah, walaupun alert terlihat sangat menarik.

CHECKLIST PRA-PEMBELIAN WAJIB SEBELUM ENTRY

Semua poin di bawah ini sebaiknya dicek sebelum membuka posisi apa pun. Tiap poin punya tingkat kepentingan berbeda, jadi fokuskan energi ke yang paling krusial dulu. Checklist ini dibuat untuk melindungi kamu dari FOMO dan kesalahan mahal di fase awal token launch.

 

Verification Step Weight Check
Pastikan lebih dari satu whale yang masuk 0.10 [ ]
Periksa apakah proyek memiliki website, X (Twitter), Discord, dan Telegram.  0.10 [ ]
Verifikasi apakah DEXScreener berstatus berbayar. 0.10 [ ]
Pantau nilai token yang dimiliki oleh setiap whale. 0.10 [ ]
Periksa ukuran whale (idealnya dengan saldo minimal tujuh digit). 0.10 [ ]
Periksa komposisi token di portofolio whale (utamakan proyek Tier 1 yang berkualitas). 0.10 [ ]
Periksa Cabal Score (waspadai jika lebih dari 50%). 0.10 [ ]
Periksa apakah volume melebihi market cap (potensi pump yang terkoordinasi). 0.10 [ ]
Periksa persentase volume palsu (waspadai jika lebih dari 40%). 0.05 [ ]
Analisis rasio Insider Holders terhadap Insider Made (waspadai jika lebih dari 50%). 0.05 [ ]
Periksa Bundling Rate (jika lebih dari 30%, teliti komposisinya dengan cermat). 0.05 [ ]
Periksa apakah airdrop melebihi 20% (dapat menggelembungkan jumlah holder secara artifisial). 0.05 [ ]
Periksa Liquidity Lock Score (pastikan likuiditas terkunci secara permanen). 0.05 [ ]
Periksa apakah tim dan developer sudah doxxed (lebih baik jika iya). 0.05 [ ]

 

CHECKLIST PASCA-PEMBELIAN (Monitoring)

Gunakan daftar ini setelah masuk posisi untuk memantau apakah aset layak dipertahankan atau sudah waktunya exit.

Langkah Monitoring Cek
Periksa jumlah Dev Launches (jumlah tinggi adalah red flag) [ ]
Periksa jumlah reply (lebih baik jika lebih dari 2) [ ]
Popularitas Pencarian: 1D > P3 menandakan tren naik [ ]
Data Distribusi Holder: identifikasi berapa banyak yang memegang > $100 [ ]
Periksa apakah rasio Holders terhadap Open Token Accounts > 70% [ ]
Periksa Concentration Rate (Top 3 holder harus < 50%) [ ]
Tentukan apakah proyek Meme atau Utility (meme risikonya ~100x lebih tinggi) [ ]
Popularitas Pencarian: 1D > P3 (tren jangka pendek) [ ]
Popularitas Pencarian: 7D > P3 (minat berkelanjutan) [ ]
Popularitas Pencarian: 30D > P3 (tren jangka panjang) [ ]
Pastikan website asli dan berfungsi dengan baik [ ]
Periksa kesamaan (commonality) dengan followers X [ ]
Evaluasi metrik sosial follower (skor tinggi = dukungan kuat) [ ]
Pastikan ada aplikasi atau produk yang benar-benar berfungsi [ ]
Periksa apakah akun X aktif dan memposting konten original [ ]
Evaluasi engagement dan metrik dukungan di X [ ]
Verifikasi apakah whale masih hold atau sudah derisk/sell [ ]
Masuk ke Telegram proyek dan nilai aktivitas vs shiller [ ]
Nilai aktivitas komunitas dari performa raid posting X [ ]
Pastikan jumlah holder terus bertambah [ ]
Periksa price action dan pastikan masih dalam channel naik [ ]
Cari alamat kontrak di X dan nilai diskusi seputar proyek [ ]
Cari simbol $Token di X dan nilai kualitas pembahasan [ ]
Cari repository GitHub dan pastikan kode original (bukan fork) [ ]
Verifikasi riwayat kontributor utama di GitHub [ ]
Pastikan kontribusi GitHub autentik dan konsisten [ ]

 

 

7. Pengaturan Otomasi: Trading End-to-End

Catatan Penting:
Ini fitur lanjutan. Jujur saja, setup otomatis seperti ini belum banyak yang setara di market, jadi “setting terbaik” itu masih terus ditemukan bareng bareng. Karena itu, kuncinya bukan buru buru, tapi sabar ngetes dan rapihin pelan pelan.

Pendekatan Dua Tahap

Tahap 1: Memastikan Profitabilitas – Buktikan dulu sistemnya bisa profit

Fokus awal itu sederhana: pastikan sistemnya jalan dan bisa menghasilkan profit, sekecil apa pun.
Belum perlu mikirin “setting paling maksimal”. Yang penting dulu, mekanismenya stabil dan konsisten.

Tahap 2: Optimalisasi untuk Memaksimalkan Profit

Kalau sudah terbukti profit dan datanya sudah kebaca, baru mulai rapihin exit dan risk parameter.
Optimasi dilakukan pakai data performa nyata, bukan nebak nebak atau asumsi.

 

Profil Strategi Exit yang Sedang Diuji

Saat ini ada beberapa profil exit yang masih terus diuji oleh para pengguna. Belum ada satu pun yang bisa disebut “paling benar” atau paling optimal.

Justru di sinilah kekuatannya. Strategi exit terbaik sedang dicari bareng bareng lewat pengalaman nyata di market. Setiap hasil, insight, atau temuan dari pengguna lain sangat berharga.

Semakin banyak yang berbagi data dan pengalaman, semakin cepat komunitas bisa menemukan setup exit yang paling masuk akal dan tahan di berbagai kondisi pasar.

Profil Strategi Exit
Profil 1 Keluar dari setiap trade saat profit mencapai 20%
Profil 2 Keluar dari setiap trade menggunakan trailing stop loss 30%
Profil 3 Keluar 50% posisi saat profit 100%, lalu gunakan trailing stop 30% untuk sisa posisi
Profil 4 Keluar dari setiap trade saat profit mencapai 30%
Profil 5 Keluar dari setiap trade saat profit mencapai 40%
Profil 6 Tanpa exit otomatis; sepenuhnya dikelola secara manual

 

Pengaturan Otomasi Langkah demi Langkah

LANGKAH 1: Instal dan Konfigurasi Maestro Bot

  1. Buka https://t.me/maestro
  2. Klik Signals, lalu SOL, kemudian Maestro DMs
  3. Aktifkan Auto Buy
  4. Atur Buy Amount sesuai preferensi
  5. Klik Sell Limit, lalu Configure Exit Parameters, klik Add, kemudian Confirm

Menyiapkan Wallet di Maestro

  • Impor private key dari wallet ETH ke wallet BASE dan BSC
  • Lakukan bridge ETH ke BASE dan BNB ke BSC
  • Maestro menyediakan layanan bridge bawaan setelah wallet dikonfigurasi
  • Impor private key untuk wallet SOL

Catatan:
Bagi pengguna yang tidak ingin mengimpor private key, Maestro dapat membuat wallet baru. Cukup deposit dana langsung ke wallet yang dibuat, lalu backup private key dan mnemonic dengan aman.

LANGKAH 2: Instal Alpha Hunter Bot

LANGKAH 3: Instal Bot Auto Forwarding

LANGKAH 4: Konfigurasi Forwarding

  • Buat tugas forwarding di bot forwarder untuk mengirim alert Alpha Hunter secara otomatis ke Maestro Bot
  • Ambil Bot ID dari aplikasi forwarder untuk memastikan konfigurasi berjalan dengan benar

LANGKAH 5: Atur Forward Task

Contoh format:

forward alphahunter [SOURCE_ID] to [MAESTRO_ID]

 

LANGKAH 6: Uji Alur Lengkap

  • Lakukan pengujian dengan menempelkan alamat kontrak token large-cap yang sudah dikenal
  • Pastikan auto buy berjalan dengan benar
  • Setelah alur end-to-end terkonfirmasi, keluar secara manual dari posisi uji coba

 

8. Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q: Bot Telegram menampilkan pesan akun tidak terotorisasi. Apa yang harus dilakukan?

A: Biasanya karena 2 hal
Username Telegram kamu beda dari yang kamu daftarkan di Blockcircle, atau subscription Blockcircle kamu lagi tidak aktif.
Buka https://blockcircle.com/account lalu pastikan username Telegram kamu persis sama seperti di Telegram, termasuk huruf besar kecil.
Contoh: CryptoTrader itu beda dengan cryptotrader.

Q: Seberapa cepat harus bertindak saat menerima alert Token Launch?

A: Cepat itu penting karena gerakan terbaik sering terjadi di 3 sampai 60 menit pertama.
Tapi jangan asal FOMO. Tetap lakukan cek singkat pakai Checklist Pra Pembelian sekitar 10 sampai 15 menit. Itu jauh lebih aman daripada entry impulsif.

Q: Apakah setiap token yang muncul di alert harus dibeli?

A: Tidak. Alert itu cuma “tanda ada sesuatu”, bukan tombol buy.
Tetap pakai checklist, cek kondisi market via AMS, dan jangan pakai uang yang kamu tidak siap kehilangan.

Q: Berapa ukuran posisi yang ideal untuk Token Launch?

A: Patokan aman
1 posisi maksimal 1 sampai 2% dari total portofolio.

Total porsi untuk strategi Token Launch jangan lebih dari 5 sampai 10% portofolio.
Tujuannya biar kalau ada yang gagal, portofolio kamu tetap aman.

Q: Bagaimana menentukan waktu exit?

A:Ikuti Checklist Pasca Pembelian. Sinyal exit yang umum misalnya
Whale mulai jual, holder turun, harga jebol support, komunitas mulai sepi.
Kalau kamu suka yang lebih sistematis, bisa pakai profil exit otomatis.

Q: Mengapa beberapa alert menampilkan N/A pada metrik tertentu?

A:Karena data tiap chain beda beda, dan token baru banget kadang belum punya semua metrik.
Kadang juga data provider lagi error.
N/A bukan otomatis red flag, tapi artinya kamu perlu cek manual tambahan.

Q: Apakah bisa menggunakan bot trading selain Maestro?

A:Bisa. Selama bot itu bisa menerima alamat kontrak, sistem forwarding ini umumnya jalan.
Maestro dipakai sebagai contoh karena multi chain nya kuat, tapi alternatif lain juga bisa.

Q: Seberapa sering posisi harus dipantau?

A:Kalau bisa, pantau setiap beberapa menit, karena token baru bisa berubah super cepat.
Kalau kamu tidak bisa mantau terus, pakai exit otomatis dan stop loss lewat bot seperti Maestro, Banana Gun, Bonk Bot, Photon Bot, dan lain lain.

Q: Apa yang dimaksud dengan whale berkualitas?

A: Whale berkualitas biasanya memiliki:

  • Biasanya whale yang
  • Portofolio 6 sampai 7 digit
  • Isinya bukan token random, ada proyek mapan juga
  • Punya porsi stablecoin besar saat market jelek
  • Profitnya konsisten
  • Lebih sering hold posisi, bukan cuma masuk lalu langsung flip

 

9. Catatan Penutup

Filosofi Blockcircle

Alpha Hunter Suite dibangun dengan prinsip bahwa data mengalahkan hype. Pasar kripto dipenuhi noise, narasi buatan, dan promosi berbayar. Untuk menembus semua itu dibutuhkan analisis sistematis dan kuantitatif. Itulah yang disediakan oleh tool ini, bersama dengan:

  • Altcoin Market Scorecard (AMS)
  • Global Liquidity Scorecard (GLS)
  • Macroeconomic Risk Scorecard (MRS)
  • Momentum Trading Engine (MTE)
  • Multi-timeframe Momentum (MMS)

 

Sumber Bantuan & Dukungan

Get Smarter About Crypto

Join 6,000+ subscribers and get our 5 min weekly newsletter on what matters in crypto trading.

Newsletter

Subscribe to our newsletter to get regular content.

© Blockcircle. 2025. All rights reserved

When you visit or interact with our sites, services or tools, we or our authorised service providers may use cookies for storing information to help provide you with a better, faster and safer experience and for marketing purposes.

THE BLOCKCIRCLE EDGE TODAY

Handpicked stories, in your inbox

A daily Digital Asset newsletter with the best of our information