PANDUAN LENGKAP SETUP & PENGGUNAAN TOOLS
PERSIAPAN AWAL
Sebelum memulai, pastikan Anda memiliki:
- Akun TradingView
- Langganan Blockcircle yang aktif (Uji coba gratis)
Cara Buat Akun TradingView untuk yang belum punya akun.
Buka TradingView.com dan buat akun. Pilih username dengan hati hati, karena:
- username itu permanen
- sistemnya case sensitive (huruf besar kecil beda)
Jadi catat username kamu persis sama, termasuk angka, underscore, dan huruf kapital.
Contoh: kalau kamu pakai Blockcircle_Trader1234, maka harus dipakai persis begitu di semua langkah.
Hubungkan dengan Blockcircle
Buka blockcircle.com/account lalu masukkan username TradingView kamu persis seperti di TradingView.
Ingat, ini case sensitive:
- Blockcircle_Trader1234 ✅
- blockcircle_trader1234 ❌
Kalau sudah benar dan tersimpan, akun kamu akan dapat akses ke
Blockcircle MRS – Macroeconomic Risk Scorecard.
Mengakses Chart Trading
Setelah login TradingView, klik menu Chart.
Kalau mau ganti pair:
- klik simbol di kiri atas (biasanya AAPL)
- ketik pair yang kamu mau, misalnya BTCUSDT
- pilih exchange yang sesuai seperti BINANCE, COINBASE, KRAKEN, dll
Pemilihan Timeframe
Di atas chart, tersedia opsi timeframe: 1m, 5m, 15m, 1h, 4h, D, W, M.
Menambahkan Blockcircle MRS ke Chart
- klik Indicators (ikon ƒx) di atas chart
- masuk ke tab Invite Only
- cari Blockcircle MRS – Macroeconomic Risk Scorecard
- klik sekali untuk menambahkannya ke chart
1. Pengenalan MRS
Apa itu Blockcircle MRS?
Blockcircle Macroeconomic Risk Scorecard (MRS) adalah scorecard ekonomi real time yang dirancang untuk memberi gambaran cepat tentang kondisi makroekonomi dan tingkat risiko resesi.
MRS menggabungkan 30+ data ekonomi penting dari berbagai sumber tepercaya, ditambah indikator makro kustom, lalu merangkumnya ke dalam satu tampilan sederhana yang bisa langsung dipakai oleh trader, investor, dan profesional keuangan untuk ambil keputusan.
Tujuannya bukan bikin prediksi rumit, tapi membantu kamu cepat paham kondisi ekonomi saat ini dan menyesuaikan strategi dengan lebih percaya diri.
Mengapa Menggunakan MRS?
Pasar keuangan itu bergerak lebih dulu sebelum kejadian benar-benar terasa di ekonomi nyata. Sering kali harga sudah naik atau turun, sementara berita resesi, perlambatan, atau pemulihan baru ramai dibahas belakangan.
Karena itu, memahami kondisi makroekonomi sejak awal jadi hal penting, terutama buat investor dan trader jangka menengah hingga panjang.
Dengan memantau indikator ekonomi yang secara historis sering mendahului pergerakan pasar, MRS membantu kamu untuk:
- Mengantisipasi Perubahan Arah Pasar. MRS membantu melihat kapan kondisi ekonomi mulai bergeser dari ekspansi ke perlambatan, atau sebaliknya, sebelum mayoritas pelaku pasar menyadarinya. Contohnya, MRS memantau neraca The Fed dengan ketat karena perubahan di sana sering menjadi pemicu utama fase risk-on atau risk-off secara global.
- Mengelola Risiko Portofolio. Dengan konteks makro yang jelas, kamu bisa menyesuaikan eksposur ke aset berisiko berdasarkan data, bukan emosi, rumor, atau narasi media yang sering terlambat.
- Memahami Kondisi Ekonomi Secara Utuh. MRS memberi gambaran ekonomi dari berbagai sisi sekaligus, jadi kamu tidak menilai pasar hanya dari satu indikator atau satu berita.
- Mengambil Keputusan dengan Dasar yang Lebih Kuat. Semua keputusan didukung oleh data ekonomi yang terukur dan kuantitatif, bukan spekulasi atau feeling semata.
Filosofi di Balik MRS
MRS dibangun dengan satu prinsip sederhana: tidak ada satu indikator ekonomi yang bisa menjelaskan kondisi ekonomi secara utuh.
Ekonomi itu punya banyak sisi. Kadang:
- pasar tenaga kerja terlihat kuat, tapi sektor manufaktur justru melemah
- GDP masih tumbuh, tapi pendapatan riil masyarakat mulai tertekan
Kalau hanya melihat satu data saja, gambaran yang didapat bisa menyesatkan.
Karena itu, MRS menyatukan berbagai indikator ekonomi penting dari beberapa timeframe dalam satu scorecard. Tujuannya supaya kamu bisa melihat kondisi ekonomi secara menyeluruh, lalu mengambil keputusan dengan lebih tenang, rasional, dan berbasis data.
2. Cara Mulai Pakai MRS
Setting Chart yang Enak Dipakai
- Timeframe
MRS bisa jalan di semua timeframe, tapi paling nyaman biasanya Daily atau Weekly.
Soalnya data ekonomi itu kebanyakan rilisnya bulanan atau per kuartal, jadi kalau pakai timeframe kecil, tampilannya bisa terasa “rame” dan kurang bersih. - Symbol
MRS bisa dipasang di chart apa pun, karena datanya diambil sendiri dari data ekonomi, bukan dari chart yang kamu buka. Tapi biar simpel, pasang aja di aset yang paling sering kamu pantau, misalnya: BTCUSD, SPX500, NDX100, dan lain lain.
3. Atur Tampilan Indikator
Buat masuk ke semua pengaturan MRS, caranya gampang:
- Klik ikon roda gigi (⚙️) di indikator, atau
- Klik dua kali nama indikator di daftar indikator pada chart
Dari sini kamu bisa atur tampilan dan preferensi sesuai gaya kamu sendiri.
Tab Input
Tampilkan Dashboard
- Default: Aktif
- Fungsi: Ini tombol buat nyalain atau matiin dashboard tabel scorecard.
Kalau kamu cuma mau lihat plot skor risiko di chart tanpa tabel detail, tinggal matikan opsi ini.
Posisi Tabel
- Opsi:
top_left, top_center, top_right,
middle_left, middle_center, middle_right,
bottom_left, bottom_center, bottom_right - Default: top_right
- Fungsi: Buat ngatur posisi scorecard di chart kamu. Pilih posisi yang nggak nutupin price action atau area penting yang biasa kamu lihat.
Ukuran Teks
- Opsi: tiny, small, normal, large, huge
- Default: normal
Fungsi:
Mengatur besar kecilnya teks di seluruh scorecard.
Kalau layar kamu sempit, pakai ukuran lebih kecil.
Kalau buat presentasi atau biar lebih nyaman dibaca, tinggal besarkan font-nya.
Tampilkan Label Garis di Chart
Default: Aktif
Fungsi: Saat skor risiko diplot pada chart, pengaturan ini akan menambahkan label identifikasi agar mudah membedakan setiap metodologi risiko yang ditampilkan.
Perhitungan Risiko
Di bagian ini, kamu bisa pilih metode perhitungan risiko yang mau dipakai, atau tetap pakai mode gabungan (combined) yang sudah aktif secara default.
Mode combined ini biasanya paling aman dan seimbang, karena menggabungkan semua metode yang tersedia untuk memberi gambaran risiko yang lebih utuh, bukan cuma dari satu sudut pandang saja.
Pengaturan Alert MRS
Di bagian ini, kamu bisa mengatur alert sendiri berdasarkan level risiko tertentu, misalnya saat risiko masuk kategori tinggi, sedang, atau rendah.
Alert ini berguna supaya kamu nggak perlu mantengin chart terus.
Begitu kondisi makro berubah dan melewati ambang penting, sistem akan langsung memberi notifikasi, jadi kamu bisa cepat ambil tindakan.
4. Penjelasan Bagian Scorecard, Langkah demi Langkah
Scorecard MRS dibagi jadi lima bagian utama. Masing masing punya fokus analisis yang beda:
- Metrik Resesi Inti
Ini indikator ekonomi paling “inti” yang biasa dipakai ekonom profesional dan NBER untuk menilai kondisi ekonomi secara menyeluruh. - Rasio Kuantitatif
Ini metrik turunan yang nunjukin hubungan antar data ekonomi, jadi kamu bisa lihat apakah kondisi ekonomi lagi seimbang atau mulai timpang. - Metrik Ekonomi Utama
Ini indikator pendukung yang nambah konteks, supaya penilaian kamu nggak cuma dari satu sisi. - Kredit Bermasalah dan Utang
Bagian ini fokus ke tekanan di pasar kredit. Biasanya ini bisa jadi peringatan lebih awal kalau ekonomi mulai bermasalah. - Penilaian Risiko Resesi
Bagian ini berisi 6 cara berbeda untuk ngitung peluang resesi, plus skor gabungan yang merangkum risiko secara keseluruhan.
5. Metrik Resesi Inti
Bagian ini berisi indikator ekonomi paling penting yang jadi dasar untuk menilai apakah ekonomi sedang sehat atau mulai masuk fase resesi.
Data data di sini bukan indikator sembarangan. Inilah metrik yang juga dipakai oleh Business Cycle Dating Committee dari NBER, yaitu lembaga resmi yang menentukan kapan resesi benar benar dimulai dan berakhir.
Memahami Header Kolom
- VALUE: Nilai indikator saat ini dalam satuan aslinya
- 1P%: Perubahan persentase dibanding 1 periode sebelumnya
- 2P%: Perubahan persentase dibanding 2 periode sebelumnya
- 3P%: Perubahan persentase dibanding 3 periode sebelumnya
- 5P%: Perubahan persentase dibanding 5 periode sebelumnya
- 10P%: Perubahan persentase dibanding 10 periode sebelumnya
- 20P%: Perubahan persentase dibanding 20 periode sebelumnya
- 30P%: Perubahan persentase dibanding 30 periode sebelumnya
- 50P%: Perubahan persentase dibanding 50 periode sebelumnya
- SIGNAL: Indikator visual yang merangkum status metrik saat ini
Catatan tentang Periode:
Panjang periode bergantung pada frekuensi data masing-masing seri. Untuk data bulanan, 3P berarti 3 bulan; untuk data kuartalan, 3P berarti 3 kuartal (9 bulan).
Produk Domestik Bruto Riil (PDB Riil) – Kuartalan
Apa yang Diukur:
PDB Riil adalah total nilai barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara, tapi sudah disesuaikan dengan inflasi. Ini salah satu cara paling umum untuk melihat seberapa besar ekonomi “bertumbuh” atau “menyusut”.
Mengapa Penting:
PDB adalah indikator kesehatan ekonomi yang paling dikenal. Secara historis, kalau ada dua kuartal berturut turut pertumbuhan PDB negatif, banyak orang memakai itu sebagai definisi sederhana resesi, walaupun itu bukan definisi resmi.
Hal yang Perlu Diperhatikan:
- Kalau angkanya positif dan konsisten di berbagai timeframe, biasanya ekonomi lagi ekspansi dan stabil
- Kalau negatif di jangka pendek (misalnya 1P% atau 2P%), tapi jangka panjang masih positif, itu bisa berarti perlambatan sementara
- Kalau negatif di banyak timeframe, itu biasanya tanda ekonomi benar benar masuk fase kontraksi yang lebih panjang
- Perhatikan terutama kolom 1P% dan 2P%. Kalau dua duanya negatif berturut turut, ini memicu metodologi risiko “GDP 2 Quarter Rule”
Rentang Sehat:
Pertumbuhan sekitar 2–3% per tahun (kira kira 0,5–0,75% per kuartal) umumnya dianggap sehat dan berkelanjutan.
Di atas 4% per tahun bisa menandakan ekonomi terlalu panas.
Kalau pertumbuhan negatif, artinya ekonomi sedang menyusut.
Pendapatan Domestik Bruto (GDI) – Kuartalan
Apa yang Diukur:
GDI melihat ekonomi dari sisi uang yang diterima, bukan dari sisi produksi. Jadi yang dihitung adalah total pendapatan seluruh pelaku ekonomi seperti gaji pekerja, laba perusahaan, bunga, dan lain lain. Secara teori, GDI dan PDB harusnya sama, cuma sudut pandangnya berbeda
Mengapa Penting:
Dalam praktiknya, GDI sering lebih cepat memberi sinyal perubahan ekonomi dibanding PDB. Kadang ekonomi terlihat “baik baik saja” di PDB, tapi GDI sudah melemah duluan. Kalau jarak antara GDI dan PDB makin besar, itu bisa jadi tanda ada tekanan tersembunyi di ekonomi.
Hal yang Perlu Diperhatikan:
- Selalu bandingkan GDI dan PDB di baris yang sama. Kalau jaraknya jauh, itu sinyal warning
- Kalau GDI mulai turun tapi PDB masih positif, bisa berarti laba perusahaan tertekan atau pendapatan pekerja mulai melemah
- Divergensi yang berlangsung lama biasanya akan kelihatan jelas di rasio GDP/GDI pada bagian Rasio Kuantitatif
Rentang Sehat:
Idealnya, GDI bergerak searah dengan PDB.
- Selisih di atas 2% sudah perlu diperhatikan
- Selisih di atas 5% tergolong serius dan patut diwaspadai
Non-Farm Payrolls
Apa yang Diukur:
Non-Farm Payrolls mengukur jumlah total pekerja berbayar di Amerika Serikat, di luar sektor pertanian, pegawai pemerintah, pekerja rumah tangga, dan organisasi nirlaba. Gambaran paling langsung tentang kondisi pasar tenaga kerja AS.
Mengapa Penting:
Ketenagakerjaan termasuk indikator lagging, artinya biasanya baru melemah setelah resesi mulai terjadi.
Meski begitu, NFP tetap sangat penting karena:
- Mengonfirmasi apakah ekonomi benar-benar kuat atau sudah melemah
- Menunjukkan seberapa parah perlambatan atau resesi yang terjadi
Data ini sering dipakai sebagai validasi akhir dari sinyal ekonomi lain.
Hal yang Perlu Diperhatikan:
- Pertumbuhan lapangan kerja yang stabil → ekonomi masih ekspansif
- Pertumbuhan mulai melambat → bisa jadi tanda awal pelemahan
- Angka negatif → PHK mulai terjadi, ini peringatan serius
Laporan NFP dirilis setiap bulan dan sering bikin pasar bergerak keras.
Di MRS, yang dilihat bukan satu rilis saja, tapi arah tren dari waktu ke waktu supaya tidak terjebak noise bulanan.
Rentang Sehat:
Agar sejalan dengan pertumbuhan penduduk, ekonomi AS perlu menambah sekitar:
-
100.000–150.000 pekerjaan per bulan
Interpretasinya:
- Di atas angka ini → ekspansi tenaga kerja kuat
- Di bawah angka ini → pasar tenaga kerja mulai melemah
Civilian Employment
Apa yang Diukur:
Civilian Employment mengukur jumlah total warga sipil yang bekerja (usia 16 tahun ke atas).
Berbeda dengan Non-Farm Payrolls, data ini lebih luas karena termasuk:
- Pekerja pertanian
- Wiraswasta
- Pekerja ekonomi gig dan kategori lain yang tidak masuk payrolls
Singkatnya, ini memberi gambaran riil tentang berapa banyak orang yang benar-benar bekerja.
Mengapa Penting:
Karena cakupannya lebih luas, Civilian Employment sering:
- Menangkap perubahan di wirausaha dan gig economy lebih cepat
- Melihat kondisi pasar tenaga kerja yang tidak selalu terlihat di data payroll
Data ini juga dipakai dalam Sahm Rule, salah satu indikator resesi yang paling terkenal dan terbukti cukup andal secara historis.
Hal yang Perlu Diperhatikan:
- Bandingkan arahnya dengan Non-Farm Payrolls
Jika keduanya mulai berbeda arah, bisa jadi ada perubahan struktur pasar tenaga kerja - Penurunan yang makin cepat → tanda pasar tenaga kerja memburuk dengan cepat
- Penurunan beruntun biasanya muncul saat ekonomi masuk fase sulit
Rentang Sehat:
- Naik secara konsisten → ekonomi sedang ekspansi
- Angka negatif, apalagi berulang → sinyal kuat kondisi resesi atau menuju ke sana
Pendapatan Pribadi Riil
Apa yang Diukur:
Total pendapatan individu dari semua sumber yang sudah disesuaikan dengan inflasi.
Transfer pemerintah tidak dihitung, sehingga angka ini mencerminkan pendapatan yang benar-benar dihasilkan, bukan bantuan.
Mengapa Penting:
Pendapatan adalah penggerak utama konsumsi. Sekitar 70% ekonomi AS berasal dari belanja masyarakat. Jika pendapatan riil turun secara berkelanjutan, daya beli melemah, belanja ikut turun, dan risiko perlambatan ekonomi meningkat.
Hal yang Perlu Diperhatikan:
- Pendapatan idealnya tumbuh minimal sejalan dengan konsumsi
- Angka negatif menandakan daya beli sedang menurun
- Bandingkan dengan Rasio Pendapatan/Konsumsi di bagian Rasio Kuantitatif untuk melihat apakah belanja masih ditopang pendapatan atau mulai tertekan
- Penurunan yang berlangsung lama sering muncul sebelum atau bersamaan dengan resesi
Rentang Sehat:
Pertumbuhan riil sekitar 2–4% per tahun tergolong sehat.
Pertumbuhan di bawah inflasi alias riil negatif sudah masuk area waspada.
Konsumsi Pribadi Riil
Apa yang Diukur:
Total pengeluaran konsumen untuk barang dan jasa, disesuaikan dengan inflasi.
Mengapa Penting:
Konsumsi adalah komponen terbesar PDB. Perilaku konsumen sering memberi sinyal titik balik ekonomi lebih awal.
Hal yang Perlu Diperhatikan:
-
Konsumsi biasanya tetap positif saat perlambatan ringan nilai negatif adalah sinyal serius
-
Laju pertumbuhan yang menurun dapat menandakan tekanan konsumen
-
Bandingkan dengan pendapatan konsumsi tumbuh lebih cepat dari pendapatan tidak berkelanjutan
-
Divergensi konsumsi vs pendapatan menandakan penarikan tabungan atau ekspansi kredit
Rentang Sehat:
Pertumbuhan konsumsi sebaiknya sejalan dengan pendapatan. 2–3% per tahun dianggap sehat.
Produksi Industri
Apa yang Diukur:
Indeks yang menunjukkan tingkat aktivitas riil di sektor manufaktur, pertambangan, serta utilitas seperti listrik dan gas.
Mengapa Penting:
Produksi industri sangat peka terhadap siklus ekonomi. Biasanya sektor ini melemah lebih dulu sebelum PDB turun, dan juga sering pulih lebih cepat saat ekonomi keluar dari resesi. Karena itu, metrik ini sering jadi sinyal awal perubahan arah ekonomi.
Hal yang Perlu Diperhatikan:
- Data ditampilkan dalam bentuk indeks, jadi fokus pada perubahan persentasenya, bukan angkanya saja
- Angkanya memang lebih volatil dibanding PDB, jadi penurunan singkat belum tentu berbahaya
- Penurunan yang terjadi berulang dan berkelanjutan di beberapa timeframe mengindikasikan resesi di sektor industri
- Metrik Industrial Momentum di bagian Rasio Kuantitatif bisa membantu memberi konteks apakah penurunan ini bersifat sementara atau struktural
Rentang Sehat:
Pertumbuhan positif menandakan ekspansi ekonomi.
Penurunan singkat masih wajar, tetapi kontraksi yang berlangsung lebih dari 3 bulan berturut-turut sudah masuk zona waspada.
Menafsirkan Kolom SIGNAL
Kolom SIGNAL di paling kanan berfungsi sebagai ringkasan cepat kondisi tiap indikator, pakai sistem lampu lalu lintas supaya mudah dibaca sekilas. Artinya sebagai berikut:
- 🟢 Hijau
Perubahan positif yang sehat. Biasanya menunjukkan pertumbuhan kuat dan kondisi masih aman. - 🟡 Kuning
Perubahan kecil. Bisa positif tipis atau negatif tipis. Artinya kondisi mulai melambat tapi belum mengkhawatirkan. - 🟠 Oranye
Penurunan yang cukup terasa. Menandakan tekanan mulai muncul dan perlu diwaspadai. - 🔴 Merah
Penurunan besar. Biasanya menandakan kondisi ekonomi sedang tertekan dan risiko meningkat.
Secara umum, sinyal ini dihitung dari perubahan dalam 3 periode terakhir, jadi fokusnya bukan satu data rilis saja, tapi arah tren jangka menengahnya.
6. Rasio Kuantitatif
Bagian ini menampilkan metrik turunan yang mengungkap hubungan antar variabel ekonomi. Rasio-rasio ini sering memberikan wawasan yang tidak langsung terlihat dari data mentah saja.
Rasio Tenaga Kerja terhadap Populasi (Employment/Population Ratio)
Apa yang Diukur:
Persentase penduduk usia kerja yang benar benar sedang bekerja.
Mengapa Penting:
Berbeda dengan tingkat pengangguran, rasio ini ikut menghitung orang yang sudah menyerah mencari kerja. Jadi, meskipun angka pengangguran terlihat stabil, rasio ini bisa tetap turun dan memberi sinyal bahwa kondisi pasar tenaga kerja sebenarnya sedang melemah.
Dengan kata lain, ini membantu melihat pengangguran tersembunyi yang sering tidak kelihatan di data headline.
Fungsinya dalam MRS
Indikator kekuatan pasar tenaga kerja.
Semakin tinggi rasionya, semakin banyak penduduk yang terlibat dalam aktivitas produktif.
Hal yang Perlu Diperhatikan
- Rentang historis normal biasanya berada di kisaran 55–65%
- Rasio yang terus menurun menandakan pasar tenaga kerja melemah, walaupun angka pengangguran terlihat “baik baik saja”
- Saat ekonomi pulih, rasio ini biasanya naik karena orang orang mulai kembali bekerja dan masuk lagi ke angkatan kerja
Singkatnya kalau rasio ini turun, itu sering jadi tanda awal bahwa kondisi tenaga kerja sedang tidak sekuat yang terlihat di permukaan.
Rasio GDP/GDI
Apa yang Diukur:
Perbandingan antara output ekonomi berbasis pengeluaran (GDP) dan berbasis pendapatan (GDI).
Mengapa Penting:
Secara teori, GDP dan GDI seharusnya sama. Perbedaan yang bertahan lama dapat mengindikasikan masalah pengumpulan data atau perubahan struktural ekonomi yang tidak sepenuhnya tercermin oleh salah satu ukuran.
Sistem Klasifikasi:
- NORMAL: Rasio mendekati 1,00 (deviasi ≤ 2%)
- SEDANG: Deviasi 2–5%
- DIVERGENSI TINGGI: Deviasi > 5%
Hal yang Perlu Diperhatikan:
- Rasio > 1,0 berarti GDP lebih tinggi dibanding GDI
- Rasio < 1,0 berarti GDI lebih tinggi dibanding GDP
- Divergensi besar sering direvisi pada rilis data berikutnya
- Divergensi yang konsisten satu arah dapat menunjukkan bias pengukuran sistemik
Rasio Pendapatan terhadap Konsumsi (Income/Consumption Ratio)
Apa yang Diukur:
Perbandingan antara pendapatan pribadi dan konsumsi pribadi.
Mengapa Penting:
Rasio ini menunjukkan apakah rumah tangga memiliki ruang fiskal dalam anggaran mereka, yaitu apakah pendapatan melebihi pengeluaran sehingga memungkinkan tabungan dan ketahanan finansial.
Klasifikasi:
Indikator Kapasitas Menabung
Rasio di atas 1,0 menunjukkan pendapatan lebih besar daripada konsumsi.
Hal yang Perlu Diperhatikan:
- Rasio > 1,0 menunjukkan rumah tangga memiliki sisa dana setelah konsumsi
- Rasio mendekati atau < 1,0 berarti rumah tangga menghabiskan seluruh pendapatannya
- Rasio yang menurun menandakan meningkatnya tekanan finansial, meskipun pendapatan nominal naik
- Saat tekanan ekonomi, rasio ini biasanya turun karena rumah tangga menarik tabungan
Kecepatan Peredaran Uang (Monetary Velocity – GDP/M2)
Apa yang Diukur:
Seberapa cepat uang beredar dalam perekonomian, dihitung dari rasio output ekonomi terhadap jumlah uang beredar.
Mengapa Penting:
Kecepatan uang mencerminkan efisiensi ekonomi. Kecepatan tinggi berarti uang aktif digunakan dalam transaksi; kecepatan rendah menunjukkan uang ditahan atau mengalir ke aset finansial, bukan aktivitas ekonomi riil.
Klasifikasi:
Indikator Efisiensi Ekonomi
Semakin tinggi kecepatan, semakin besar aktivitas ekonomi per unit uang.
Hal yang Perlu Diperhatikan:
- Kecepatan uang telah menurun selama beberapa dekade karena perubahan struktural
- Penurunan tajam sering mencerminkan aversi risiko dan ketidakpastian ekonomi
- Kenaikan kecepatan saat pemulihan menandakan kepercayaan mulai kembali
- Fokus pada perubahan tren, bukan level absolut
Momentum Industri (Industrial Momentum)
Apa yang Diukur:
Seberapa cepat atau lambat sektor industri bergerak, dengan membandingkan perubahan jangka pendek terhadap tren jangka panjang produksi industri. Fokusnya bukan di level angkanya, tapi di arah dan kecepatannya.
Mengapa Penting:
Level produksi bisa terlihat masih “oke”, tapi momentumnya sudah melemah.
Momentum sering memberi peringatan lebih awal apakah kondisi sedang membaik atau justru mulai memburuk, sebelum dampaknya terlihat jelas di data utama seperti PDB.
Sistem Klasifikasi:
- MEMPERCEPAT
Momentum positif. Data terbaru lebih kuat dibanding tren jangka panjang. Ini tanda kondisi industri sedang membaik. - MELAMBAT
Momentum mulai negatif tapi masih ringan. Biasanya fase transisi sebelum kondisi benar benar berubah. - BERKONTRAKSI
Momentum negatif yang signifikan. Menunjukkan penurunan cepat dan tekanan kuat di sektor industri.
Hal yang Perlu Diperhatikan:
- Momentum positif saat ekonomi ekspansi menegaskan pertumbuhan yang sehat
- Momentum yang melambat sering muncul sebelum kontraksi ekonomi
- Momentum negatif saat resesi menandakan tekanan industri masih berat dan belum pulih
Suku Bunga Riil (Real Interest Rate)
Apa yang Diukur:
Suku bunga Federal Funds dikurangi inflasi, yaitu biaya pinjaman riil setelah memperhitungkan inflasi.
Mengapa Penting:
Suku bunga riil menentukan apakah kebijakan moneter bersifat menahan atau mendukung pertumbuhan. Suku bunga 5% bersifat ketat saat inflasi 2%, namun longgar saat inflasi 7%.
Sistem Klasifikasi:
- AKOMODATIF: Suku bunga riil negatif atau sangat rendah, mendukung pertumbuhan
- NETRAL: Positif ringan, tidak mendorong maupun menahan ekonomi
- RESTRIKTIF: Positif tinggi, menekan aktivitas ekonomi
Hal yang Perlu Diperhatikan:
- Kebijakan restriktif yang berkepanjangan akan memperlambat pertumbuhan
- Kebijakan akomodatif mendukung aset berisiko dan ekspansi ekonomi
- Peralihan dari akomodatif ke restriktif sering mendahului tekanan pasar dan ekonomi
- Sikap The Fed relatif terhadap kondisi ekonomi adalah konteks yang sangat penting
7. Indikator Ekonomi Utama
Bagian ini menyediakan konteks pendukung melalui indikator-indikator penting tambahan untuk melengkapi analisis ekonomi secara menyeluruh.
Tingkat Pengangguran (Unemployment Rate)
Apa yang Diukur:
Persentase angkatan kerja yang tidak bekerja dan secara aktif mencari pekerjaan.
Mengapa Penting:
Tingkat pengangguran adalah indikator pasar tenaga kerja yang paling banyak diperhatikan dan berdampak langsung pada kepercayaan konsumen serta kemampuan belanja.
Klasifikasi Status:
- RENDAH: Di bawah 4% – pasar tenaga kerja sangat ketat
- SEDANG: 4–5% – pasar tenaga kerja seimbang
- TINGGI: Di atas 5% – terdapat kelonggaran di pasar tenaga kerja
Hal yang Perlu Diperhatikan:
- Tingkat pengangguran adalah indikator lagging, biasanya naik setelah resesi dimulai
- Kenaikan yang cepat lebih mengkhawatirkan dibanding level absolutnya
- Digunakan dalam perhitungan Sahm Rule
- Kenaikan dari titik terendah siklus ekonomi adalah sinyal peringatan klasik fase akhir siklus
Kurva Imbal Hasil (Yield Curve 10Y–2Y)
Apa yang Diukur:
Selisih antara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun dan 2 tahun.
Mengapa Penting:
Yield curve adalah salah satu indikator resesi paling andal yang pernah ada.
Sejak 1955, hampir setiap resesi di AS selalu didahului oleh inversi kurva alias selisihnya menjadi negatif. Karena rekam jejaknya yang sangat kuat, indikator ini jadi salah satu model favorit di MRS.
Klasifikasi Status:
- NORMAL
Selisih di atas 0,5%. Suku bunga jangka panjang lebih tinggi dari jangka pendek. Kondisi ekonomi biasanya masih sehat. - DATAR
Selisih di kisaran 0–0,5%. Kurva mulai mendatar dan sering jadi peringatan awal. - TERINVERSE
Selisih negatif. Secara historis, kondisi ini sering diikuti resesi dalam 6–18 bulan ke depan.
Hal yang Perlu Diperhatikan:
- Inversi itu sendiri sudah jadi sinyal peringatan
- Namun fase paling berisiko justru sering muncul setelah kurva kembali normal (un-invert)
- Periode setelah inversi, saat kurva mulai menanjak lagi, secara historis sering jadi zona tekanan pasar
- MRS secara khusus mengecek apakah kurva terinversi 12 bulan lalu tapi sekarang sudah positif
- Durasi inversi juga penting. Semakin lama inversinya, biasanya resesi yang mengikuti semakin berat
Jumlah Uang Beredar M2 AS (US M2 Money Supply)
Apa yang Diukur:
Total jumlah uang beredar, termasuk uang tunai, simpanan giro, dan instrumen likuid lainnya.
Mengapa Penting:
Pertumbuhan jumlah uang beredar memengaruhi aktivitas ekonomi dan inflasi. Kontraksi M2 sangat jarang terjadi dan secara historis terkait dengan tekanan ekonomi yang berat.
Hal yang Perlu Diperhatikan:
- Pertumbuhan M2 yang terlalu cepat bisa memicu inflasi dan gelembung aset
- Kontraksi M2 adalah sinyal serius dan patut diwaspadai
- Bandingkan pertumbuhan M2 dengan pertumbuhan GDP untuk melihat apakah ekonomi tumbuh sehat atau mulai kepanasan
- Kebijakan moneter The Fed sangat berpengaruh terhadap arah M2Intinya
Selama M2 masih tumbuh stabil, sistem keuangan biasanya masih “bernapas”.
Kalau M2 melambat tajam atau bahkan menyusut, itu tanda likuiditas mulai mengering dan risiko ekonomi meningkat.
Neraca Bank Sentral AS (US Fed Balance Sheet)
Apa yang Diukur:
Total aset yang dimiliki Federal Reserve, terutama obligasi pemerintah dan sekuritas berbasis hipotek.
Mengapa Penting:
Ekspansi neraca The Fed (quantitative easing/QE) menambah likuiditas ke pasar keuangan, sedangkan kontraksi (quantitative tightening/QT) menarik likuiditas keluar.
Hal yang Perlu Diperhatikan:
- Ekspansi neraca biasanya mendukung aset berisiko
- Kontraksi neraca dapat menekan pasar obligasi dan saham
- Kecepatan perubahan sama pentingnya dengan arahnya
- Bandingkan dengan kondisi pasar; QT saat pasar sudah tertekan dapat memperburuk situasi
8. Keterlambatan Pembayaran dan Utang (Delinquencies and Debt)
Bagian ini melacak persentase pinjaman yang mengalami keterlambatan pembayaran di berbagai kategori kredit. Peningkatan tingkat tunggakan sering menjadi sinyal peringatan dini atas tekanan ekonomi yang sedang berkembang.
Memahami Data Keterlambatan Pembayaran (Delinquency)
Tingkat delinquency dilaporkan sebagai persentase dari total pinjaman di setiap kategori. Data ini bersifat kuartalan dan bersumber dari statistik perbankan Federal Reserve.
Semua Pinjaman (All Loans)
Apa yang Diukur:
Tingkat keterlambatan pembayaran di seluruh kategori pinjaman. Ini merupakan ukuran agregat yang komprehensif terhadap tekanan kredit.
Tingkat Risiko:
- RENDAH: Di bawah 2%
- SEDANG: 2–3%
- RISIKO TINGGI: Di atas 3%
Hal yang Perlu Diperhatikan:
- Karena ini data agregat, lonjakan kecil di satu sektor tidak langsung mendistorsi gambaran besar
- Arah trennya lebih penting daripada angkanya. Kenaikan yang konsisten adalah tanda bahaya
- Bandingkan dengan periode krisis besar seperti 2008–2009 dan 2020 untuk melihat seberapa parah tekanannya
Kalau keterlambatan pembayaran mulai naik di seluruh sistem, itu biasanya tanda awal bahwa masalah ekonomi sedang merembet ke sektor kredit.
Pinjaman Komersial (Commercial Loans)
Apa yang Diukur:
Tingkat keterlambatan pembayaran pada pinjaman komersial dan industri kepada bisnis.
Tingkat Risiko:
- RENDAH: Di bawah 2,5%
- SEDANG: 2,5–4%
- RISIKO TINGGI: Di atas 4%
Hal yang Perlu Diperhatikan:
- Delinquency bisnis sering meningkat sebelum delinquency konsumen
- Mencerminkan kesehatan keuangan perusahaan dan tekanan arus kas
- Kenaikan dapat mendahului PHK dan penurunan investasi bisnis
Pinjaman Kartu Kredit (Credit Card Loans)
Apa yang Diukur:
Tingkat keterlambatan pembayaran utang kartu kredit.
Tingkat Risiko:
- RENDAH: Di bawah 3%
- SEDANG: 3–5%
- RISIKO TINGGI: Di atas 5%
Hal yang Perlu Diperhatikan:
- Kartu kredit biasanya menjadi utang pertama yang berhenti dibayar saat konsumen tertekan
- Memiliki baseline lebih tinggi dibanding jenis pinjaman lain, sehingga fokus utama adalah tren
- Kenaikan menunjukkan tekanan keuangan konsumen
Pinjaman Bisnis (Business Loans)
Apa yang Diukur:
Keterlambatan pembayaran pinjaman bisnis secara luas, di luar pinjaman komersial dan industri.
Tingkat Risiko:
- RENDAH: Di bawah 1,5%
- SEDANG: 1,5–2%
- RISIKO TINGGI: Di atas 2%
Hal yang Perlu Diperhatikan:
- Tekanan pada usaha kecil sering muncul lebih awal di kategori ini
- Bandingkan dengan pinjaman komersial untuk gambaran yang lebih lengkap
- Kenaikan dapat menandakan pengetatan kondisi kredit
Properti Hunian Satu Keluarga (Real Estate Single-Family)
Apa yang Diukur:
Tingkat keterlambatan pembayaran kredit pemilikan rumah untuk hunian satu keluarga.
Tingkat Risiko:
- RENDAH: Di bawah 2%
- SEDANG: 2–3%
- RISIKO TINGGI: Di atas 3%
Hal yang Perlu Diperhatikan:
- Perumahan adalah pengeluaran terbesar rumah tangga; delinquency di sini menandakan tekanan serius
- Krisis 2008 sebagian besar dipicu oleh lonjakan delinquency KPR
- Kenaikan dapat menandakan tekanan pasar perumahan atau memburuknya kondisi keuangan rumah tangga
Lahan Pertanian (Farmland)
Apa yang Diukur:
Tingkat keterlambatan pembayaran pinjaman real estat pertanian.
Tingkat Risiko:
- RENDAH: Di bawah 2%
- SEDANG: 2–3%
- RISIKO TINGGI: Di atas 3%
Hal yang Perlu Diperhatikan:
- Sektor pertanian sensitif terhadap harga komoditas dan cuaca
- Dapat menjadi peringatan dini tekanan ekonomi di wilayah pedesaan
- Umumnya lebih volatil dibanding kategori real estat perkotaan
Properti Komersial (Real Estate Commercial)
Apa yang Diukur:
Tingkat keterlambatan pembayaran pinjaman properti komersial (tidak termasuk pertanian dan konstruksi).
Tingkat Risiko:
- RENDAH: Di bawah 2,5%
- SEDANG: 2,5–4%
- RISIKO TINGGI: Di atas 4%
Hal yang Perlu Diperhatikan:
- Siklus properti komersial biasanya tertinggal dibanding perumahan
- Tren kerja jarak jauh pasca pandemi berdampak struktural pada perkantoran
- Kenaikan delinquency CRE dapat menekan neraca bank regional
Catatan Penting tentang Warna Delinquency
Untuk metrik delinquency, kode warna dibalik dibanding metrik lainnya:
- Delinquency naik = BURUK (merah/oranye)
- Delinquency turun = BAIK (hijau)
Ini memastikan interpretasi yang intuitif: merah selalu berarti risiko, hijau selalu berarti sehat. Awalnya mungkin membingungkan, tetapi akan terasa alami setelah terbiasa.
9. Metode Penilaian Risiko Resesi
MRS menghitung risiko resesi menggunakan enam metodologi berbeda, masing-masing menangkap dimensi tekanan ekonomi yang berbeda. Memahami setiap metode membantu menafsirkan sinyal yang dihasilkan dengan lebih akurat.
Anda dapat mengatur indikator mana saja yang ditampilkan dengan mengaktifkan atau menonaktifkannya di tab Inputs, serta menyesuaikan tampilan dan gaya visualnya secara detail melalui tab Style.
METODE 1: Metrik Blockcircle Labs
Apa yang Diukur:
Komposit berbobot dari indikator utama yang digunakan tim Blockcircle Labs untuk menilai kondisi ekonomi.
Kategori Komponen (struktur umum):
- Metrik output (GDP, GDI)
- Metrik ketenagakerjaan (payrolls, civilian employment)
- Metrik pendapatan dan konsumsi
- Produksi industri
- Indikator tekanan kredit
Paling Berguna Ketika:
Metodologi ini memberi penilaian paling komprehensif dan berkelanjutan atas kondisi ekonomi, serta lebih tahan terhadap sinyal palsu dibanding metode satu indikator.
Hal yang Perlu Diperhatikan:
- Skor yang meningkat perlahan menandakan kondisi memburuk
- Skor di atas 40 perlu perhatian
- Skor di atas 60 menunjukkan tekanan ekonomi signifikan
- Skor di atas 80 mengindikasikan kondisi resesi mungkin sudah terjadi atau segera terjadi
METODE 2: Aturan GDP 2 Kuartal
Apa yang Diukur:
Apakah GDP turun selama dua kuartal berturut-turut (definisi resesi yang umum, meski tidak resmi).
Profil Risiko:
- TANPA SINYAL: GDP tumbuh atau hanya satu kuartal turun
- PERINGATAN: Satu kuartal turun
- SINYA L RESESI: Dua kuartal turun berturut-turut
Paling Berguna Ketika:
Memberi sinyal objektif yang jelas berbasis indikator ekonomi paling dipantau.
Hal yang Perlu Diperhatikan:
- Indikator tertinggal; saat terpicu, resesi bisa sudah berjalan
- Tidak semua kontraksi memenuhi definisi ini
- Gunakan bersama metode lain
METODE 3: Inversi Kurva Imbal Hasil
Apa yang Diukur:
Status selisih imbal hasil Treasury 10Y–2Y, dengan fokus pada inversi dan fase pasca-uninversi.
Profil Risiko:
- NORMAL: Selisih positif, tanpa riwayat inversi terbaru
- INVERTED: Sedang terinversi
- UNINVERTED – RISIKO TINGGI: Terinversi 12 bulan lalu dan kini kembali positif
Paling Berguna Ketika:
Indikator pendahulu jangka panjang terbaik (6–18 bulan sebelum resesi).
Hal yang Perlu Diperhatikan:
- Fase berbahaya sering saat kurva menanjak kembali setelah inversi
- Uninversi kerap terjadi saat The Fed memangkas suku bunga
- Waktu dari uninversi ke resesi bervariasi namun historis signifikan
METODE 4: Aturan Sahm
Apa yang Diukur:
Kenaikan rata-rata 3 bulan tingkat pengangguran sebesar ≥0,5 poin persentase dari titik terendah 12 bulan sebelumnya.
Profil Risiko:
- NORMAL: <0,1
- MENINGKAT: 0,3–0,4
- HAMPIR TERPICU: 0,4–0,5
- TERPICU: ≥0,5
Paling Berguna Ketika:
Indikator real-time yang sangat andal untuk mengidentifikasi awal resesi.
Hal yang Perlu Diperhatikan:
- Terpicu di awal setiap resesi sejak 1970
- Kenaikan dari 0,2 ke 0,4 sudah merupakan peringatan
METODE 5: Indeks Tekanan Kredit
Apa yang Diukur:
Komposit tingkat tunggakan dan percepatannya di berbagai kategori pinjaman.
Profil Risiko:
- TEKANAN RENDAH: Terkendali
- SEDANG: Beberapa kenaikan
- TINGGI: Banyak kategori meningkat
- SANGAT TINGGI: Kenaikan luas dan cepat
Paling Berguna Ketika:
Tekanan kredit sering mendahului tekanan ekonomi riil.
Hal yang Perlu Diperhatikan:
- Percepatan lebih penting daripada level absolut
- Perhatikan penyebaran tekanan lintas kategori
METODE 6: Indikator Pendahulu
Apa yang Diukur:
Komposit indikator berorientasi ke depan: kurva imbal hasil, suplai uang, momentum industri, volatilitas pasar, suku bunga riil, dan keketatan pasar tenaga kerja.
Profil Risiko:
- RENDAH: Mayoritas positif
- SEDANG: Campuran
- MENINGKAT: Banyak tanda perhatian
- TINGGI: Mayoritas negatif
Paling Berguna Ketika:
Mengantisipasi titik balik sebelum terjadi.
Hal yang Perlu Diperhatikan:
- Bisa memberi sinyal palsu pada periode tidak biasa
- Paling bernilai saat banyak indikator searah
SKOR RISIKO GABUNGAN
Apa yang Diukur:
Rata-rata berbobot dari keenam metodologi.
Logika Bobot:
Bobot berdasarkan keandalan dan ketepatan historis.
Level Risiko:
- RISIKO MINIMAL (0–19)
- RISIKO RENDAH (20–39)
- RISIKO SEDANG (40–59)
- RISIKO TINGGI (60–79)
- RISIKO SANGAT TINGGI (80–100)
Hal yang Perlu Diperhatikan:
- Menghaluskan noise metode individual
- Di atas 60: pertimbangkan posisi defensif
- Penurunan dari level tinggi bisa menandakan pemulihan awal
10. Memahami Sistem Sinyal
Untuk Metrik Pertumbuhan (GDP, Ketenagakerjaan, Pendapatan, dll.):
- Hijau: Pertumbuhan sehat
- Kuning/Lime: Pertumbuhan moderat
- Oranye: Negatif, mengkhawatirkan
- Merah: Negatif signifikan
Untuk Skor Risiko:
- Hijau (0–19): Minimal
- Lime (20–39): Rendah
- Kuning (40–59): Sedang
- Oranye (60–79): Tinggi
- Merah (80–100): Sangat tinggi
Untuk Tunggakan (Interpretasi Terbalik):
- Hijau: Rendah/membaik
- Oranye: Sedang
- Merah: Tinggi/memburuk
Emoji Sinyal:
🟢 Positif | 🟡 Waspada | 🟠 Perhatian | 🔴 Peringatan | ⚪ Data tidak tersedia
11. Opsi Tampilan Grafik
Plot Skor Risiko:
- Metode 1: Biru
- Metode 2: Merah
- Metode 3: Oranye
- Metode 4: Ungu
- Metode 5: Kuning
- Metode 6: Toska
- Skor Gabungan: Putih
Plot Metrik Ekonomi (diskalakan):
- GDP Riil, GDI Riil, Pendapatan Riil, Konsumsi Riil
- Tingkat Ketenagakerjaan
- Produksi Industri
Garis Ambang Risiko:
-
Sangat Tinggi (80), Tinggi (60), Sedang (40), Rendah (20)
Perataan Rata-Rata Bergerak:
- Aktifkan/Nonaktifkan
- Tipe: SMA, EMA, WMA, RMA
- Panjang MA Pendek: default 3
12. Konfigurasi Peringatan
MRS menyediakan sistem peringatan lengkap untuk memberi notifikasi saat kondisi berubah.
Aktifkan Peringatan (Enable Alerts)
Fungsi:
Mengaktifkan atau menonaktifkan seluruh sistem peringatan.
Metode Pemicu Peringatan (Alert Trigger Method)
Pilih metodologi yang akan memicu peringatan:
- METHOD 1 Only hingga METHOD 6 Only:
Peringatan hanya dipicu oleh satu metodologi tertentu - Any Method:
Peringatan dipicu ketika SALAH SATU metodologi memenuhi kondisi - All Methods:
Peringatan hanya dipicu ketika SEMUA metodologi memenuhi kondisi - Combined Score:
Peringatan berdasarkan skor risiko gabungan
Operator Peringatan (Alert Operator)
Pilih logika perbandingan:
- > : Lebih besar dari ambang batas
- >= : Lebih besar atau sama dengan ambang batas
- == : Sama dengan nilai ambang
- <= : Lebih kecil atau sama dengan ambang batas
- < : Lebih kecil dari ambang batas
Nilai Ambang Peringatan (Alert Threshold Value)
Tetapkan nilai skor risiko untuk perbandingan (0–100).
Contoh Konfigurasi Peringatan
Pengaturan Peringatan Dini:
- Metode: Combined Score
- Operator: >=
- Ambang: 50
Pengaturan Konfirmasi:
Metode: All Methods
Operator: >=
Ambang: 60
Fokus Indikator Pendahulu:
- Metode: METHOD 6 Only
- Operator: >=
- Ambang: 60
13. Penerapan Praktis
Untuk Investor Jangka Panjang
Penilaian Rezim Pasar:
Gunakan Combined Risk Score sebagai indikator rezim ekonomi:
- < 40: Ekspansi ekonomi, aset pertumbuhan lebih diuntungkan
- 40–60: Ketidakpastian meningkat, pertimbangkan reposisi ke aset defensif
- > 60: Risiko resesi tinggi, pertimbangkan pengurangan eksposur aset berisiko
Pertimbangan Waktu:
Indikator ekonomi bergerak lambat. Cukup tinjau MRS mingguan atau bulanan. Fokus pada tren, bukan satu data tunggal.
Untuk Trader Aktif
Manajemen Risiko:
- Skor risiko rendah: ukuran posisi bisa lebih besar dan durasi lebih panjang
- Skor risiko tinggi: posisi lebih kecil dan manajemen risiko lebih ketat
Rotasi Sektor:
- Delinkuensi meningkat: kurangi finansial dan consumer discretionary
- Produksi industri melemah: kurangi industrial dan material
- Pasar tenaga kerja ketat: waspadai tekanan margin pada sektor padat tenaga kerja
Untuk Semua Pelaku Pasar
Verifikasi Narasi:
Gunakan MRS untuk memvalidasi klaim media:
- Klaim soft landing → skor risiko seharusnya menurun
- Klaim resesi segera → skor tinggi di banyak metodologi
- Klaim ekonomi kuat → Core Recession Metrics harus sehat
Kerangka Keputusan:
Tetapkan aturan kamu sendiri:
- Skor berapa yang memicu sikap defensif
- Tren mana yang paling kamu anggap berisiko
- Dokumentasikan rencana saat kondisi tenang agar rasional saat krisis
14. Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Q: Seberapa sering data diperbarui?
A: Tergantung jenis datanya. GDP dan GDI diperbarui kuartalan, data tenaga kerja dan pendapatan bulanan, sementara kurva imbal hasil harian. MRS otomatis menarik data terbaru, jadi kamu tidak perlu update manual
Q: Apakah MRS bisa digunakan untuk pasar non-AS?
A: Fokus utama MRS adalah ekonomi AS. Alasannya sederhana, kondisi ekonomi AS sangat berpengaruh ke pasar global. Jadi meskipun datanya AS, dampaknya sering terasa ke kripto, saham global, dan aset risiko lainnya.
Q: Mengapa ada nilai “N/A”?
A: Biasanya karena datanya memang belum dirilis, ada gangguan dari penyedia data, atau koneksi TradingView sedang bermasalah. Dalam kebanyakan kasus, nilai ini akan terisi otomatis begitu datanya tersedia.
Q: Bagaimana menafsirkan perbedaan antar metodologi risiko?
A: Hal tersebut normal dan justru informatif. Indikator pendahulu biasanya bereaksi lebih cepat, sementara indikator tertinggal baru bergerak belakangan. Perbedaan ini membantu kamu memahami dari mana tekanan ekonomi berasal, bukan sekadar melihat satu angka saja.
Q: Apa arti kolom periode (1P%, 3P%, dll.)?
A: Menunjukkan perubahan persentase dibandingkan periode sebelumnya. Untuk data bulanan, 3P = 3 bulan; kuartalan, 3P = 3 kuartal.
Q: Haruskah langsung bertindak saat skor risiko naik?
A: Tidak. Indikator ekonomi penuh noise dan bergerak lambat. Fokus pada tren berkelanjutan di atas ambang batas, bukan fluktuasi sesaat.
Q: Mengapa Aturan GDP 2 Kuartal bisa “NO SIGNAL” saat metode lain tinggi?
A: Karena ini indikator tertinggal. Metode lain sering mendeteksi pelemahan lebih awal. Inilah nilai pendekatan multi-metodologi.
Q: Bagaimana MRS menangani revisi data?
A: MRS selalu menggunakan data terbaru, termasuk revisi. Analisis historis perlu mempertimbangkan bahwa data real-time bisa berbeda dari versi revisi, terutama pada neraca, suplai uang, atau saat gangguan pemerintah.

















